Bapanas Perkuat Cadangan Pangan Hadapi Potensi Kemarau Akibat El Nino

IVOOX.id – Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional I Gusti Ketut Astawa mengatakan penguatan cadangan pangan dari produksi dalam negeri dilakukan dalam menghadapi ancaman potensi kemarau akibat fenomena El Nino.
Ketut memastikan pemerintah telah bersiap untuk menghadapi potensi El Nino di tahun ini, terutama pada stok cadangan pangan pemerintah (CPP) yang lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Kami sesuai arahan Bapak Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), mitigasi pertamanya, artinya kami begitu mendengar ada fenomena El Nino yang akan terjadi, tentu kami sudah menyiapkan kewaspadaan. Penguatan cadangan pangan menjadi ujung tombak," kata Ketut dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (3/4/2026), dikutip dari Antara.
Menurut dia, upaya memitigasi dampak yang dapat terjadi merupakan langkah krusial menjelang musim kemarau mendatang.
Diketahui, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan El Nino kemungkinan dapat menerpa Indonesia, terutama wilayah selatan dari garis ekuator, dimulai pada awal bulan Mei mendatang. Wilayah yang diprediksi dapat menerima efek El Nino antara lain Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat hingga Nusa Tenggara Timur.
Kendati demikian, Bapanas memastikan penguatan stok CPP terus berjalan seiring dengan upaya Kementerian Pertanian menjaga produksi pangan dalam negeri secara bulanan.
Melalui perpanjangan tangan Perum Bulog, lanjut Ketut, tingkat penyerapan setara beras dari produksi dalam negeri dilaksanakan secara intensif.
"Bapanas sudah menugaskan Bulog untuk melakukan penyerapan gabah yang akan diolah menjadi beras, sebagai penguatan CPP," jelas Ketut.
Lebih lanjut dia mengatakan pemerintah terus berupaya memperkuat stok CPP tidak hanya stok beras, tetapi turut pula menambah stok jagung pakan hingga minyak goreng. Lewat upaya itu diharapkan menjadi modal ketersediaan pangan untuk masa kemarau mendatang.
"Dengan adanya penguatan CPP, tatkala terjadi kekeringan dan lain sebagainya, yang berdampak pada produksi misalkan, nah tentu ini akan bisa menopang ketersediaan pangan yang dimiliki oleh pemerintah. Itu yang kita lakukan dalam rangka mitigasi awal," ucap Ketut.
Bapanas menyebutkan stok CPP per 2 April meliputi beras 4,4 juta ton; jagung pakan 168 ribu ton; Minyak goreng 121 ribu kiloliter; Gula pasir 49 ribu ton; daging sapi 8 ribu ton; daging kerbau 3 ribu ton; daging ayam dan telur ayam masing-masing 39 ton dan 17 ton.
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pihaknya mempercepat langkah mitigasi dalam menghadapi potensi El Nino.
Selain menjaga produksi pangan dalam negeri, Amran juga memastikan stok CPP masih mumpuni sebagai tumpuan program intervensi pangan bagi masyarakat.
“Sekarang ini capaian kita, stok CBP (cadangan beras pemerintah) kita hari ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Jadi persiapan kita jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” kata Amran.


0 comments