Bapanas Optimis Cadangan Beras Pemerintah Capai 3,9 Juta Ton Akhir Februari | IVoox Indonesia

February 17, 2026

Bapanas Optimis Cadangan Beras Pemerintah Capai 3,9 Juta Ton Akhir Februari

antarafoto-batas-pembelian-beras-bulog-sphp-1768631780-1
Pedagang menata beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Manis, Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026). Badan Pangan Nasional menyatakan masyarakat dapat membeli beras Bulog SPHP maksimal lima pak atau 25 kilogram per orang mulai Februari 2026. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

IVOOX.id – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian menyampaikan optimisme terhadap kinerja perberasan nasional. Ia menilai tren produksi dan serapan yang meningkat akan semakin memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog.

"Stok cadangan beras kita, tertinggi sepanjang sejarah 4 juta ton. Kami prediksi, Kemungkinan tiga bulan ke depan (bisa) 6 juta ton. Jadi sekarang ini, ada 3,5 juta ton. (Sampai akhir) bulan ini kemungkinan 3,9 juta ton," ujar Amran dalam siaran pers dikutip Senin (16/2/2026).

Berdasarkan laporan yang disusun Bapanas per 13 Februari 2026, total stok beras nasional di Bulog telah mencapai 3,53 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,34 juta ton merupakan stok CBP. Sementara 188,5 ribu ton merupakan stok beras komersial.

Di sisi pengadaan, realisasi setara beras dari produksi dalam negeri telah menyentuh 293,6 ribu ton. Rinciannya, 287,6 ribu ton untuk memperkuat CBP dan 6 ribu ton untuk stok beras komersial. Capaian ini dinilai menunjukkan lonjakan progresivitas yang sangat signifikan.

Realisasi serapan 293,6 ribu ton tersebut meningkat lebih dari 600 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada minggu pertama Februari tahun lalu, serapan Bulog tercatat hanya 38,7 ribu ton setara beras.

Amran mengatakan, kinerja perberasan nasional juga tercermin dari posisi stok awal tahun yang menjadi titik kulminasi baru dalam sejarah pengelolaan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa stok beras nasional yang berada di hotel, restoran, dan perumahan juga menunjukkan tren peningkatan tajam.

"Ini juga perlu dipahami bahwa stok beras nasional yang ada di hotel, restoran, dan perumahan itu tertinggi sepanjang sejarah, 12 juta ton. Dulu 7 juta sampai 8 juta ton. Kemudian sekarang posisi 12 juta ton. Ini naik 47 persen," kata Amran.

Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional yang disusun Bapanas, stok beras di awal tahun 2026 tercatat sebesar 12,4 juta ton. Angka ini melonjak 202,4 persen dibandingkan stok awal tahun 2024 yang berada di level 4,1 juta ton. Kemudian jika dibandingkan stok awal tahun 2025 yang sebesar 8,4 juta ton, terjadi kenaikan 47,6 persen.

Penguatan stok dan produksi tersebut turut berkontribusi terhadap stabilitas harga. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi beras bulanan di tingkat eceran pada Januari 2026 berada di level 0,16 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 0,18 persen, sekaligus menjadi inflasi beras terendah dalam tiga tahun terakhir menjelang Ramadan.

0 comments

    Leave a Reply