Bapanas Klaim Stok Daging Sapi Aman Hadapi Lebaran 2026 | IVoox Indonesia

23 Maret 2026

Bapanas Klaim Stok Daging Sapi Aman Hadapi Lebaran 2026

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (kiri) meninjau harga daging sapi di pasar. ANTARA/HO-Bapanas

IVOOX.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan stok daging sapi secara nasional masih aman, baik yang bersumber dari produksi dalam negeri maupun importasi menghadapi Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. 

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan stok secara nasional mencukupi untuk kebutuhan konsumsi sampai Idulfitri dan sesudahnya. Pihaknya telah memproyeksikan ketersediaan daging ruminansia secara nasional sampai Maret ini dapat mencapai 226 ribu ton. Ini melebihi sampai tiga kali lipat dari kebutuhan konsumsi bulan Maret.

"Secara nasional, sebagaimana saya sampaikan tadi dan sejalan dengan apa yang disampaikan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman, stok kita sangat sangat sangat aman. Tiga kali sangat aman," ujar Ketut dalam siaran pers dikutip Jumat (20/3/2026).

Optimisme tersebut kata ia berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per Maret yang mengestimasikan total ketersediaan daging ruminansia untuk Maret ini dapat mencapai 226 ribu ton. Pasokan ketersediaan tersebut berasal dari produksi sapi/kerbau lokal 143,8 ekor atau setara dengan 28,2 ribu ton.

Selebihnya pasokan berasal dari hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan dan realisasi impor yang total keduanya dapat mencapai 29,2 ribu ton serta stok awal Maret yang 168,6 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau secara nasional di Maret diperkirakan berkisar di 65,8 ribu ton.

"Jadi stok daging relatif sangat cukup, karena kita kan importasinya 700 ribu live cattle (sapi hidup). Dominan dari Australia. Dari Brasil belum banyak yang datang. Kemudian stok daging lokal juga banyak, dari NTB, dari NTT. Kemudian ada penggemukan juga," ujat Ketut.

Menurut Ketut berdasarkan hasil pantauan pemerintah, tren harga daging sapi mulai menunjukkan penurunan dan rerata harga yang tetap. Pemerintah kata ia berkomitmen terus menjaga kewajaran harga mulai dari Rumah Potong Hewan (RPH) sampai tingkat pengecer.

"Stok kita aman. Kemudian kita pantau harga daging secara nasional, kecenderungannya flat dan turun. Jadi sebenarnya setelah memastikan stoknya sangat cukup, harga daging sap jugai akan terus dijaga," katanya.

0 comments

    Leave a Reply