Bapanas Catat Stok Cadangan Beras Pemerintah Capai 4,7 Juta Ton | IVoox Indonesia

April 18, 2026

Bapanas Catat Stok Cadangan Beras Pemerintah Capai 4,7 Juta Ton

antarafoto-stok-beras-bulog-hadapi-fenomena-gozilla-el-nino-1775051351-1
Buruh mengangkut beras untuk kesiapan stok beras di gudang Perum Bulog Lhokseumawe, Aceh, Rabu (1/4/2026). Bulog setempat mensiagakan sebanyak 20.500 Ton beras medium untuk mencukupi kebutuhan beras enam bulan ke depan dalam rangka menghadapi musim kemarau yang menurut BMKG bahwa sejumlah wilayah di Indonesia akan memulai musim kemarau pada April dengan kemunculan fenomena Gozilla El Nino dahsyat yang memicu kemarau panjang, suhu panas ekstrem, dan kekeringan serius. ANTARA FOTO/Rahmad

IVOOX.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara nasional per 13 April 2026 telah mencapai 4,7 juta ton. Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian menilai capaian tersebut merupakan prestasi luar biasa yang diukir Perum Bulog karena merupakan rekor capaian stok tertinggi.

"Yang jelas sekarang beras sudah selesai. Ini saya ke Bulog cuma datang untuk berterima kasih. Capaian hari ini, stok bulog itu 4,7 juta ton. Ini sangat bagus," ujar Amran dalam siaran pers dikutip Rabu (15/4/2026).

Dalam catatan Bapanas, total stok beras secara nasional yang dikelola Perum Bulog per 13 April sudah mencapai 4,7 juta ton. Selain itu, dipastikan mayoritas stok beras bersumber dari penyerapan produksi beras dalam negeri.

Capaian ini merupakan yang tertinggi dan jika dibandingkan dengan awal April 2024 melesat hingga 352,3 persen. Stok beras Bulog di April 2024 kala itu berada di angka 1,04 juta ton, namun masih terdapat pengadaan dari impor.

Sementara jika dibandingkan terhadap April 2025, stok beras Bulog hari ini juga tercatat meningkat progresif hingga 75,3 persen. Total beras Bulog di awal April 2025 saat itu tercatat di angka 2,68 juta ton.

Demi menampung stok beras 4,7 juta ton tersebut, Bulog pun telah melakukan kerja sama sewa pergudangan. Kendati demikian, Kepala Bapanas tetap menyanjung sebagai torehan prestasi yang luar biasa.

"Gudang Bulog ini sewa kapasitas 2 juta ton, karena dulu gudang kita hanya kapasitasnya 3 juta ton. Beras sampai hari ini 4,7 juta ton. Artinya yang disewakan itu sudah 1,7 juta ton dan itu prestasi luar biasa. Sekali lagi, saya terima kasih kepada seluruh Bulog dan jajarannya," kata Amran.

Tak hanya itu, Amran turut memastikan instrumen Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah petani tetap akan diimplementasikan untuk penyerapan setara beras sepanjang tahun 2026 ini.

"Tetap. kita jaga HPP di Rp 6.500 untuk gabah. Jadi insya Allah petani terjaga," ujarnya. 

0 comments

    Leave a Reply