Kampus Inggris Sambut Rencana Prabowo Bangun 10 Kampus Berstandar UK

IVOOX.id – Rencana Presiden Prabowo Subianto membangun 10 kampus baru yang berfokus pada sains dan medis dengan standar Inggris mendapat respons positif dari berbagai universitas di Inggris. Melalui British Council, sejumlah kampus menyatakan ketertarikannya untuk terlibat langsung dalam pengembangan proyek pendidikan tinggi tersebut di Indonesia.
Rencana pembangunan kampus ini sebelumnya disampaikan Prabowo dan telah mendapat kesepakatan dari Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Hal itu diungkapkan oleh Regional Director Education British Council Asia Pasifik sekaligus Country Director British Council Indonesia, Summer Xia, dalam diskusi Study UK Alumni Awards Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta.
Summer menjelaskan bahwa dirinya turut hadir dalam kunjungan resmi tersebut dan terlibat dalam pertemuan strategis antara Presiden Prabowo dan para pimpinan universitas Inggris. “Saya berkesempatan ikut dalam kunjungan tersebut dan menyelenggarakan meja bundar (round table) pendidikan tingkat tinggi. Presiden Prabowo berbicara langsung dengan para pimpinan universitas Inggris selama dua jam tentang visinya untuk Indonesia dan bagaimana universitas Inggris dapat mendukung pertumbuhan sosial ekonomi negara ini,” ujar Summer di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, kerja sama pendidikan ini dinilai saling menguntungkan, terutama bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mengembangkan keilmuan di bidang strategis. Inggris dikenal memiliki keunggulan kuat di sektor sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta pendidikan medis yang terintegrasi dengan rumah sakit pendidikan.
“Inggris sangat kuat di bidang STEM dan medis, termasuk konsep 'teaching hospital'. Banyak universitas Inggris yang bersemangat setelah mendengar visi beliau. Saya sudah menerima beberapa pertanyaan dari mereka untuk menjajaki hal ini,” katanya.
British Council juga mendorong penerapan skema Trans National Education (TNE) sebagai bagian dari kerja sama tersebut. Skema ini memungkinkan mahasiswa Indonesia meraih gelar internasional tanpa harus menempuh studi langsung di Inggris. “Kami baru mengadakan forum 'Think TNE' untuk mengeksplorasi kerja sama seperti pembukaan kampus cabang atau program gelar ganda. Beberapa universitas Inggris sudah menghubungi kami untuk menjajaki peluang ini,” kata Summer.
Ia menambahkan bahwa banyak kampus kedokteran dan STEM di Inggris telah terhubung erat dengan sistem rumah sakit pendidikan, sehingga model serupa dinilai realistis untuk diterapkan di Indonesia. “Inggris memiliki keunggulan di bidang STEM dan medis, termasuk sistem rumah sakit pendidikan. Beberapa universitas di Inggris sudah menyatakan ketertarikan untuk menindaklanjuti visi Pak Prabowo tersebut,” ujarnya.
Selain pembangunan kampus, British Council juga menyoroti peluang peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris. Saat ini, jumlahnya tercatat lebih dari 4.000 orang per tahun. “Setiap tahun lebih dari 4.000 orang Indonesia belajar di Inggris. Untuk negara berpenduduk 280 juta orang, kami rasa masih banyak ruang bagi angka itu untuk tumbuh secara signifikan,” kata Summer.
Ia menilai alumni Indonesia lulusan Inggris memiliki kontribusi yang kuat dan berdampak, tercermin dari lonjakan pendaftar Study UK Alumni Awards Indonesia 2026 yang meningkat 109 persen dibanding tahun sebelumnya. “Kami mencari alumni yang memanfaatkan studi dan jejaring di Inggris untuk menciptakan dampak jangka panjang bagi Indonesia,” ujarnya.


0 comments