Bantuan Logistik Pemerintah untuk Korban Gempa NTT Tiba di Maumere | IVoox Indonesia

August 16, 2026

Bantuan Logistik Pemerintah untuk Korban Gempa NTT Tiba di Maumere

Tim petugas gabungan menerima bantuan logistik untuk korban gempa NTT
Tim petugas gabungan menerima bantuan logistik berupa paket sembako dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/8/2026). ANTARA/HO-BNPB

IVOOX.id – Bantuan logistik berupa paket sembako dari Presiden Prabowo Subianto tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu, 16 Agustus 2026, guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi di wilayah tersebut.

Mengutip Antara, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton SP Panjaitan di Jakarta, Minggu, 16 Agustus 2026, mengatakan dukungan tanggap darurat tahap awal dari Presiden Prabowo ini diangkut menggunakan pesawat udara militer untuk mempercepat distribusi.

Adapun sebanyak 1.725 paket sembako diterbangkan menggunakan pesawat Hercules dan mendarat di Maumere. Bantuan tersebut selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak di dua wilayah yakni 1.000 paket untuk Kabupaten Sikka dan 725 paket untuk Kabupaten Ende.

Berton menjelaskan pengiriman logistik via udara menjadi strategi utama pemerintah untuk menembus keterbatasan aksesibilitas dan memastikan pasokan pangan darurat sampai dengan cepat di lokasi penampungan pengungsi.

Selain mendarat di Maumere, penerbangan pesawat Hercules A-1343 dan A-1318 pada Sabtu, 15 Agustus 2025, juga mengangkut 3.200 paket sembako yang mendarat di Labuan Bajo.

Menurut dia, bantuan tersebut dialokasikan untuk lima kabupaten terdampak lainnya yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo, sehingga total pengiriman awal mencapai 4.925 paket.

Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen total 50.000 paket sembako Presiden untuk penanganan gempa di NTT, dimana sisa 45.075 paket akan dikirimkan secara bertahap sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.

BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait, terus mengonsolidasikan rantai pasok distribusi berdasarkan hasil asesmen di tiap kabupaten agar bantuan tepat sasaran dan fase awal operasi tanggap darurat dapat berjalan efektif.

Pemerintah Kirim 27 Ton Logistik Bantuan ke NTT

Terpisah, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan hingga Sabtu, 15 Agustus 2026, malam, pemerintah telah mengirimkan total 27 ton logistik ke wilayah terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Ini adalah kloter terakhir penerbangan hari Sabtu. Dari total 27 ton logistik sudah terkirim ke NTT dengan berbagai kloter penerbangan Hercules di hari itu juga," ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (16/8/2026), dikutip dari Antara.

Teddy mengatakan pemerintah terus mendorong percepatan penanganan pascagempa bumi di sejumlah wilayah terdampak di NTT.

Selain pengiriman logistik, kata dia, Presiden Prabowo Subianto juga terus mendorong kerja sama lintas sektor untuk memastikan penanganan pascagempa berjalan cepat dan tepat sasaran.

Presiden juga telah memerintahkan jajaran terkait untuk melihat secara langsung kondisi di lokasi bencana.

Pejabat yang diperintahkan berangkat, diantaranya Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) ​​​Mohammaf Syafii, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

Selain itu, unsur PLN, Pertamina, dan Telkom juga diterjunkan untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak, termasuk memastikan kebutuhan dasar serta layanan energi dan komunikasi dapat segera dipulihkan.

"Presiden Prabowo juga telah memerintahkan Menko PMK, Mendagri, Menteri PU, Kepala BNPB, dan Kepala Basarnas serta Wamen Kesehatan dan Wamen Sosial beserta unsur PLN, Pertamina, dan Telkom untuk langsung terbang ke NTT pada hari kejadian untuk sesegera mungkin memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran," kata Teddy.

Seskab juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penanganan pascagempa dengan mengerahkan personel TNI dan Polri untuk membantu proses pemulihan dan evakuasi di wilayah terdampak.

"Selain itu, langsung di hari kejadian, TNI Polri telah mengerahkan lebih dari 3.500 prajurit TNI Polri ke berbagai daerah di Flores pada hari Sabtu, disebar ke Manggarai, Maumere, Flores, dan daerah terdampak lainnya di NTT," katanya.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, subuh.

Badan Meteorologi, Kilimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat menyatakan peringatan dini tsunami, namun kemudian peringatan tersebut berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data sementara hingga Sabtu, pukul 18.48 WIB tentang jumlah total korban meninggal dunia akibat gempa M7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 47 orang.

0 comments

    Leave a Reply