Bangkit Menata Kehidupan Baru setelah Bencana | IVoox Indonesia

February 17, 2026

Bangkit Menata Kehidupan Baru setelah Bencana

Bangkit Menata Kehidupan Baru setelah Bencana

IVOOX.id - Masih teringat jelas oleh Ibnu Riaga (37 tahun), banjir bandang menyapu kampung tempat ia tinggal bersama keluarganya di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aja, Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, 27 November 2025.


Saat itu Ibnu sedang tidak berada di rumah. Hanya istri bersama ketiga buah hati mereka yang tinggal di rumah. Hari itu hujan deras terus mengguyur tiada henti sepanjang hari hingga pada akhirnya air bah pun datang menyapu perkampungan.

Nahas, istri dan anak ketiga Ibnu menjadi korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang itu. Bahkan, keduanya sempat hilang selama empat hari akibat hanyut terbawa arus air bah sampai pada akhirnya berhasil ditemukan.

Tak hanya kehilangan dua orang terkasihnya, Ibnu bersama dua anaknya yang berhasil selamat juga kehilangan rumah yang ia bangun sejak 2018. Rumah dengan biaya pembangunan hingga Rp500 juta tersebut nyaris rata dengan tanah akibat tersapu air bah.

Semua yang dimilikinya lenyap, tersisa satu unit motor miliknya dan pakaian yang ia gunakan. Saat itu seketika dunia seakan runtuh.

"Namun, Allah masih menitipkan dua anak saya yang masih hidup ini,” kata Ibnu. Itulah yang membuat Ibnu masih kuat dan berusaha bangkit. Ia berusaha bertahan dan tidak larut dalam kesedihan. “Karena ketika kita sedih, anak lebih sedih," kata Ibnu.

Dua bulan berlalu. Dalam situasi nyaris tak memiliki apa-apa lagi, Ibnu dan kedua anaknya kini mulai menempati bangunan hunian sementara (Huntara) bersama ratusan pengungsi lainnya setelah sebelumnya berada di lokasi pengungsian.

Dengan bantuan teman-teman kerja, Ibnu membawa kasur dan peralatan dapur bantuan dari pemerintah menggunakan gerobak ke Huntara blok VII tak jauh dari kampungnya. 

Tak ingin hanya berpangku tangan mengharapkan bantuan, Ibnu memilih untuk lebih berguna. Ia memilih ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial untuk pelayanan kepada warga korban banjir bandang. Salah satu yang ia lakukan adalah mendukung program penyediaan air bersih huntara.

Kemampuannya sebagai teknisi Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP SPAMS) Kayu Pasak membuat Ibnu percaya diri untuk bisa berkontribusi dalam pemulihan pascabanjir bandang di wilayah ia tinggal.  

Ibnu memasang jaringan pipa dari intake air bersih atau bangunan penangkap menuju tangki air sampai ke jaringan hunian sementara. Air bersih itu kini berfungsi memenuhi kebutuhan 117 kepala keluarga penyintas yang tinggal di 117 unit hunian sementara. Sedikitnya ada 485 kepala keluarga yang disuplai air dari bantuan itu.

Selain berharap pemerintah bisa memberikan beasiswa untuk pendidikan anak-anaknya, Ibnu juga berharap para penyintas seperti dirinya juga dapat mendapatkan pekerjaan yang layak. Bagi Ibnu, itu sangat berarti untuknya dan para penyintas lain untuk bangkit dan menata kehidupan yang lebih baik pascabencana di tempat tinggal mereka.

Foto dan Teks : Iggoy el Fitra

Editor : Wahyu Putro A

0 comments

    Leave a Reply