Bandara Adisutjipto: Keberangkatan Pesawat ATR 42-500 Sesuai Prosedur | IVoox Indonesia

12 Maret 2026

Bandara Adisutjipto: Keberangkatan Pesawat ATR 42-500 Sesuai Prosedur

antarafoto-pencarian-pesawat-hilang-di-maros-1768658084-1
Anggota Basarnas menujukkan titik perkiraan lokasi hilangnya pesawat udara jenis ATR 42-400 di posko pencarian, Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Sabtu (17/1/2026). Tim gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, Damkar dan lainnya masih melakukan proses pencarian hilangnya pesawat ATR 42-400 yang membawa delapan kru pesawat dan tiga penumpang di area Puncak Bulusaraung. ANTARA FOTO/Hasrul Said

IVOOX.id – Manajemen Bandara Adisutjipto memastikan keberangkatan pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dari Yogyakarta yang dilaporkan hilang kontak di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu, telah sesuai prosedur.

"Sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bandara. Kemudian di ruang tunggu, setelah itu boarding menuju ke Makassar," ujar General Manager Bandara Adisutjipto Wibowo Cahyono Soekadi di Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026), dikutip dari Antara.

Wibowo menjelaskan, pesawat dengan nomor registrasi PK-THT tersebut lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada pukul 08.08 WIB dengan tujuan Makassar.

Menurut dia, seluruh tahapan keberangkatan, mulai dari pemeriksaan keamanan di Security Check Point (SCP) hingga proses boarding, telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku di bandara.

"Semua prosedur dari keberangkatan sampai pemeriksaan di X-ray, di Security Check Point (SCP)-nya, sudah kita lakukan," ujar dia.

Wibowo menambahkan, pesawat tersebut berangkat dengan mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang.

"Krunya tujuh, penumpangnya tiga," ucap dia.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menerima laporan hilangnya pesawat udara jenis ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Pesawat ATR 42-500 buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 tersebut melaksanakan penerbangan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG) dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Saat ini pesawat tersebut dalam tahap pencarian. Target pencarian dilakukan di pegunungan kapur Bantimurung, desa Leang-leang, Kabupaten Marros. Lokasi itu sekaligus menjadi Posko Basarnas.

Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA.

AirNav Indonesia saat ini juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan (Search and Rescue).

0 comments

    Leave a Reply