Bakti untuk Negeri dari Klinik Terapung TNI
Bakti untuk Negeri dari Klinik Terapung TNI
IVOOX.id - Deru mesin perahu motor memecah keheningan salah satu anak Sungai Mahakam, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, pada pagi itu. Laju ketinting (istilah setempat untuk perahu motor) yang tidak terlalu kencang itu sesekali membelah rumput liar yang tumbuh hingga permukaan sungai
Di bagian depan ketinting duduk Prajurit TNI AD anggota Kodim 0906/Kutai Kartanegara, Peltu Suhendro memimpin misi kemanusiaan rutin yang bernama Klinik Terapung. Dengan perlahan tapi pasti, ketinting yang membawanya menuju warga pelosok Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang menanti kedatangannya.
“Ini adalah waktu di mana saya dapat memberikan pelayanan kepada Ibu Pertiwi, sesuai Tri Dharma Eka Karma,” kata Peltu Suhendro yang telah berdinas selama 25 tahun itu.
Tri Dharma Eka Karma sendiri berarti pengabdian tiga matra dalam satu jiwa, tekad, dan semangat, yang menekankan bahwa TNI lahir dari rakyat dan mengabdi untuk kepentingan rakyat.
Klinik Terapung yang dilakukan Peltu Hendro menjadi oase bagi warga yang kesulitan dalam mobilisasi menuju fasilitas kesehatan karena terkendala jarak dan biaya, terutama bagi lansia dari keluarga prasejahtera. Program yang dimulai sejak 2021 atau masa pandemic COVID-19 itu kini menjelma menjadi salah satu penjaga harapan warga setempat untuk dapat terus hidup sehat.
Wilayah yang dijangkau Peltu Suhendro meliputi Kecamatan Kota Bangun, Muara Wis, Tenggarong Seberang, hingga Tenggarong khususnya Loa Ipuh Darat. Kutai Kartanegara sendiri wilayahnya meliputi perairan perbatasan Selat Makassar, dengan sebagian besar wilayah daratan berada di bagian tengah dan hilir Sungai Mahakam, termasuk delta yang luas.
Selain memberikan pelayanan kesehatan ringan berupa pemberian obat dan vitamin secara gratis, prajurit yang pernah berdinas di Maluku, Ambon, Rumah Sakit Tentara di Samarinda itu juga memberikan edukasi untuk mendorong pola hidup sehat. Edukasi ini meliputi pentingnya olahraga rutin, konsumsi makanan sehat, dan menghindari kebiasaan buruk yang dapat merusak kesehatan.
Nilai-nilai luhur yang menjadi sendi-sendi pengabdian setiap prajurit TNI tidak boleh berubah. Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI harus mengalir dalam setiap hembusan nafas prajurit dimanapun berada dan bertugas. Kemanunggalan TNI dengan Rakyat adalah urat nadi sistem pertahanan semesta. Sadari bahwa TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat, demi kepentingan rakyat.
Foto dan teks : M Risyal Hidayat
Editor : Fanny Octavianus


0 comments