Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik, Stok Energi Nasional Aman | IVoox Indonesia

July 29, 2026

Pemerintah Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik, Stok Energi Nasional Aman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferenis pers di Istana Negara Jakarta pada Selasa (28/7/2026). IVOOX.ID/Tangkapan layar youtube Sekretariat Presiden

IVOOX.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maupun LPG bersubsidi meski ketidakpastian geopolitik global masih berlangsung akibat konflik di Timur Tengah. Pemerintah menegaskan stok energi nasional tetap berada pada level aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (28/7/2026). Dalam rapat tersebut, pemerintah melaporkan perkembangan ketahanan energi nasional sekaligus membahas sejumlah program strategis di sektor energi.

Menurut Bahlil, cadangan BBM, minyak mentah (crude oil), dan LPG nasional saat ini masih berada di atas batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude insyaallah di atas standar minimum nasional, termasuk kondisi LPG. Namun harganya memang masih naik turun mengikuti harga global. Tapi kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan seperti sekarang. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi, termasuk LPG subsidi,” ujar Bahlil dikutip dari youtube Sekretariat Presiden pada Selasa (28/7/2026).

Selain memastikan stabilitas harga energi, pemerintah juga melaporkan perkembangan program elektrifikasi desa. Bahlil mengatakan program penyediaan listrik bagi desa-desa yang belum teraliri listrik sepanjang 2025 telah rampung dan akan segera diresmikan Presiden Prabowo sebelum 14 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, dari sekitar 11.000 desa yang sebelumnya belum memiliki akses listrik, lebih dari 1.400 desa telah berhasil dialiri listrik melalui program yang dijalankan pemerintah.

“Program tahun 2025 sudah selesai pekerjaannya. Yang akan diresmikan adalah hasil pekerjaan tersebut, sementara untuk program 2026 dan 2027 anggarannya juga sudah tersedia,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga mengungkapkan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW). Menurutnya, tahap pertama proyek tersebut telah memperoleh persetujuan dan dalam waktu dekat akan memasuki tahap peletakan batu pertama atau groundbreaking.

“PLTS 100 GW ini insyaallah dalam waktu dekat akan ditandai dengan groundbreaking pertama. Tahap pertama sudah disetujui untuk dilaksanakan,” ujarnya.

Terkait impor BBM dari Rusia, Bahlil menegaskan proses tersebut dilakukan secara resmi melalui skema kerja sama antarpemerintah atau Government to Government (G-to-G). Pemerintah menugaskan Lemigas sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian ESDM untuk melaksanakan impor tersebut guna menjaga cadangan energi nasional.

“Yang melakukan impor BBM Rusia itu adalah Pemerintah Indonesia secara G-to-G. Kami menugaskan Lemigas sebagai BLU Kementerian ESDM yang melaksanakannya,” kata Bahlil.

Ia juga memastikan implementasi program biodiesel B50 tidak akan mengganggu kebutuhan dalam negeri. Pemerintah akan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan domestik sebelum menyalurkan produksi untuk pasar ekspor.

“Yang kita jaga adalah kebutuhan domestik terlebih dahulu. Setelah itu baru kita melakukan ekspor sehingga keseimbangan tetap terjaga,” katanya.

0 comments

    Leave a Reply