Badan Geologi: Ada Indikasi Keberadaan Sungai Bawah Tanah di Sinkhole Situjuah Sumatra Barat | IVoox Indonesia

February 12, 2026

Badan Geologi: Ada Indikasi Keberadaan Sungai Bawah Tanah di Sinkhole Situjuah Sumatra Barat

Tim peneliti Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Tim peneliti Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pengukuran kualitas air sungai bawah tanah di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, Selasa (11/2/2026). Temuan atau indikasi sungai bawah tanah ini merupakan satu dari 11 indikasi gejala sinkhole tipe Situjuah yang muncul pada 4 Januari 2026. ANTARA/Muhammad Zulfikar

IVOOX.id – Tim peneliti Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menemukan indikasi kuat adanya sungai bawah tanah sekitar 100 meter dari area sinkhole di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat (Sumbar).

"Indikasi kuat kami bahwa adanya outlet saluran sungai bawah tanah sinkhole," kata ahli geologi teknik Badan Geologi, Kementerian ESDM Taufiq Wira Buana di Kabupaten Limapuluh Kota, Rabu (11/2/2026), dikutip dari Antara.

Temuan indikasi sungai bawah tanah tersebut berjarak sekitar 100 meter dari titik sinkhole Situjuah. Temuan atau indikasi sungai bawah tanah ini merupakan satu dari 11 indikasi gejala sinkhole tipe Situjuah yang muncul pada 4 Januari 2026.

Pada saat bersamaan Badan Geologi tetap mengimbau masyarakat untuk bijak dalam memahami munculnya fenomena alam tersebut.

"Belasan tanda-tanda atau indikasi gejala sinkhole tipe Situjuah tersebut tidak seluruhnya membahayakan keselamatan," ucapnya.

Dalam penelitian itu tim Badan Geologi juga menemukan batuan berwarna krem atau disebut tuf lapili yang merupakan material vulkanik. Penemuan ini sekaligus mengindikasikan terjadinya erosi internal (soil piping).

Taufiq mengatakan indikasi adanya sungai bawah tanah tersebut akan dipelajari lebih jauh oleh Badan Geologi, termasuk kemungkinan atau penyebab terbentuknya saluran aliran air itu.

Pada saat bersamaan peneliti juga mengambil beberapa sampel antara lain untuk mengukur kualitas air hingga pengecekan sampel tuf lapili untuk memastikan sifat keteknikannya.

"Hasil pengujian kualitas air atau potential of hydrogen menunjukkan cenderung agak asam atau berada di angka 5,6 atau masih di bawah angka netral," sebut dia.

Ia menambahkan penelitian mengenai indikasi sungai bawah tanah, kualitas air hingga temuan tuf lapili di sekitar aliran sungai bawah tanah untuk memastikan dugaan keterkaitan antara mata air yang diteliti dengan sinkhole Situjuah.

0 comments

    Leave a Reply