Azerbaijan Tarik Staf Diplomatik dari Iran Setelah Serangan Drone di Nakhchivan | IVoox Indonesia

7 Maret 2026

Azerbaijan Tarik Staf Diplomatik dari Iran Setelah Serangan Drone di Nakhchivan

puing-puing drone di dekat sebuah sekolah di Republik Otonom
Petugas mengamati puing-puing drone di dekat sebuah sekolah di Republik Otonom Nakhchivan, Azerbaijan, Kamis (5/3/2026). Serangan yang diduga diluncurkan dari Iran pada Kamis (5/3) siang itu, sebuah drone menghantam gedung terminal Bandara Internasional Nakhchivan, melukai dua warga sipil dan menyebabkan kerusakan struktural, sementara drone lain jatuh di dekat sebuah sekolah di desa Shakarabad. ANTARA FOTO/Kantor Berita Negara Azerbaijan Handout via Xinhua/nym.

IVOOX.id – Azerbaijan menarik staf diplomatiknya dari Iran, kata Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov, Jumat, 6 Maret 2026.

"Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev telah memutuskan untuk menarik sepenuhnya personel diplomatik dari Iran. Proses ini menyangkut kedutaan besar di Teheran dan konsulat jenderal di Tabriz. Saat ini, pekerjaan sedang dilakukan ke arah ini," kata Bayramov, dikutip dari Antara.

Penarikan tersebut menyusul serangan pesawat nirawak telah dilakukan dari wilayah Iran ke wilayah Republik Otonom Nakhchivan, sehingga melukai empat orang.

Aliyev mengatakan dalam rapat dewan keamanan bahwa angkatan bersenjata, dinas perbatasan negara itu, dan unit pasukan khusus telah dikerahkan dalam keadaan siaga penuh.

Jeyhun mengatakan Iran telah berjanji akan menyelidiki secara serius insiden yang melibatkan serangan pesawat nirawak (UAV/drone) di Republik Otonom Nakhchivan.

"Iran berjanji akan menyelidiki secara menyeluruh serangan UAV kemarin di Nakhchivan," kata Jeyhun , dikutip dari Antara.

"Langkah-langkah diplomatik telah diambil sebagai tanggapan atas insiden ini, dan nota protes telah dikirim [ke Teheran] disertai panggilan telepon kepada rekan [Iran] saya."

"Investigasi pihak Iran itu merupakan bagian dari keseluruhan proses. Keamanan Azerbaijan berada di bawah kendali ketat kepala negara," katanya menambahkan.

Pada Kamis, 5 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri Azerbaijan mengatakan serangan drone telah dilakukan dari wilayah Iran ke Republik Otonom Nakhchivan, dan melukai empat orang.

Menyusul serangan tersebut, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan dalam pertemuan dewan keamanan bahwa angkatan bersenjata, dinas perbatasan negara itu, dan unit pasukan khusus telah dikerahkan dalam keadaan siaga tinggi.

Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di dalam Iran, termasuk Teheran, sehingga menimbulkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.

Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut.

Iran lantas menanggapi agresi militer itu dengan melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

0 comments

    Leave a Reply