Atlet Panjat Tebing Indonesia Raih Satu Emas dan Dua Perak di Asian Beach Games 2026 | IVoox Indonesia

April 30, 2026

Atlet Panjat Tebing Indonesia Raih Satu Emas dan Dua Perak di Asian Beach Games 2026

Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi
Arsip foto - Atlet panjat tebing Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi (kiri) beradu kecepatan dengan atlet Polandia Natalia Kalucka dalam babak perempatfinal nomor speed IFSC Climbing World Cup Speed-Lead di Charmonix, Prancis, Sabtu (12/7/2025) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Gao Jing/bar

IVOOX.id – Manajer Timnas Panjat Tebing Indonesia Wahyu Pristiawan Buntoro mengatakan perolehan satu emas dan dua perak dalam Asian Beach Games Sanya 2026, di China, menjadi modal positif untuk menatap World Cup Climbing Series.

Menurut dia, pencapaian positif tersebut merupakan bekal penting dalam menghadapi seri pembuka Wujiang, China, pada 8-10 Mei.

"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya perjuangan seluruh atlet yang bermain di Asian Beach Games Sanya 2026," kata Pristiawan yang juga Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) itu, di Jakarta, Kamis (30/4/2026), dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan, seluruh atlet berkomitmen untuk menjaga performa secara konsisten, sehingga dalam setiap turnamen yang akan dihadapi bisa meraih hasil maksimal.

Tim panjat tebing Indonesia mencatatkan hasil membanggakan pada kategori speed relay.

Pasangan putri Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Kadek Adi Asih sukses merebut medali emas, sekaligus memecahkan rekor dunia speed relay putri.

Keduanya mencatatkan waktu 13,174 detik pada semifinal alias unggul tipis saat menghadapi wakil tuan rumah, Yafei Zhou/Lijuan Deng, yang membukukan waktu 13,178 detik.

Pada babak final (big final), pasangan Indonesia itu kembali tampil dominan dengan membukukan waktu 13,76 detik, guna mengalahkan pasangan Korea Selatan Jeong Jimin/ Hanaerum Sung yang mencatatkan waktu 16,50 detik.

Pasangan atlet disiplin speed putra Indonesia Raharjati Nursamsa (kiri)/Antasyafi Robby Al Hilmi, memegang medali perak kategori speed men's relay Asian Beach Games Sanya 2026, di China, Rabu (29/4/2026) malam WIB. HO-NOC Indonesia

Pasangan atlet disiplin speed putra Indonesia Raharjati Nursamsa (kiri)/Antasyafi Robby Al Hilmi, memegang medali perak kategori speed men's relay Asian Beach Games Sanya 2026, di China, Rabu (29/4/2026) malam WIB. HO-NOC Indonesia

Sementara itu, tim putra Indonesia juga menyumbang medali perak setelah kalah saat menghadapi pasangan China, Jianguo Long/Yicheng Zhao.

Untuk mengikuti Asian Beach Games Sanya 2026 di China, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim total delapan atlet disiplin speed yang terbagi atas masing-masing empat putra dan putri.

Mereka adalah Raharjati Nursamsa, Antasyafi Robby Al Hilmi, Aditya Tri Syahria, dan Ramaski Aswin Kristanto. Sedangkan sektor putri diperkuat Desak Made Rita Kusuma Dewi, Kadek Adi Asih, Puja Lestari, dan Amanda Narda Mutia.

Mereka mengikuti dua kategori perlombaan, yakni speed (individu) dan speed relay (tim). Para wakil Tanah Air itu bersaing dengan peserta dari negara lain, di antaranya China, Thailand, Korea Selatan, dan Jepang.

Dalam cabang olahraga panjat tebing, Indonesia mengoleksi satu medali emas dan dua medali perak pada Asian Beach Games Sanya 2026. Hasil tersebut sekaligus menutup perjuangan kontingen Indonesia pada multievent olahraga pantai tersebut.

Atlet panjat tebing disiplin speed putri Indonesia Desak Made Rita Kusuma Dewi menjadikan medali emas pertamanya dalam Asian Beach Games Sanya 2026, di China sebagai motivasi tambahan untuk mengejar prestasi lebih tinggi pada turnamen berikutnya.

Perempuan asal Bali itu merebut emas perdana bagi Indonesia pada ajang tersebut, bersama Kadek Adi Asih dalam kategori speed relay putri, yang diselenggarakan di Tianya Haijiao Venue Claster, Rabu, 29 April 2026, malam WIB.

"Ini Asian Beach Games pertama saya dan langsung merebut emas," kata Desak seusai perlombaan, dikutip dari Antara.

Dia menyatakan, fokus akan ditingkatkan dalam menghadapi sejumlah kejuaraan dunia atau internasional, termasuk Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang pada September, serta berbagai persiapan untuk Olimpiade Los Angeles 2028.

"Semoga menjadi awal yang baik untuk target berikutnya," ujar perempuan lajang itu.

Dalam multievent olahraga pantai tersebut, Desak Made/Kadek Asih memulai perjuangan dari babak kualifikasi dengan menempati posisi keempat lewat catatan waktu 14,27 detik.

Performa keduanya meningkat pada semifinal saat menyingkirkan pasangan China, Yafei Zhou Yafei/Lijuan Deng, dengan waktu 13,174 detik, sekaligus memecahkan rekor dunia nomor speed women's relay.

Momentum positif berlanjut pada partai final (big final), ketika pasangan itu mengalahkan wakil Korea Selatan Jimin Jeong/Hanaerum Sung dengan catatan waktu 13,76 detik guna memastikan medali emas.

Sementara, atlet panjat tebing disiplin speed putra Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi mengatakan perolehan medali perak kategori speed men's relay dalam Asian Beach Games Sanya 2026, China, menjadi tambahan motivasi untuk menembus Olimpiade Los Angeles 2028.

Menurut dia, prestasi bersama Raharjati Nursamsa itu merupakan pemacu untuk terus berkembang, demi mewujudkan target tampil pada Olimpiade mendatang.

"Semoga kami bisa terus berkembang hingga menembus Olimpiade," kata Robby seusai pertandingan final, di Tianya Haijiao Venue Claster, Rabu (29/4/2026) malam WIB, dikutip dari Antara.

Dia menyatakan, perolehan medali perak di ajang multievent olahraga pantai tersebut menjadi pijakan awal untuk terus meningkatkan kemampuan, guna menghadapi persaingan internasional yang lebih ketat.

Dia menilai pengalaman tampil pada ajang internasional dapat menjadi bekal penting bagi atlet, untuk memperbaiki performa sekaligus membangun mental bertanding.

"Ke depan kami ingin tampil lebih konsisten dan mampu bersaing di level yang lebih tinggi," ujar dia.

Raharjati Nursamsa menambahkan, ke depan tantangan akan semakin berat. Namun dia optimistis bisa terus berprestasi guna mengharumkan nama bangsa dan negara.

"Hasil ini menjadi motivasi untuk terus berprestasi dan meraih lebih banyak medali ke depan," kata Raharjati dikutip dari Antara.

Raharjati Nursamsa/Antasyafi Robby Al Hilmi menyumbangkan medali perak bagi Indonesia setelah tampil impresif sepanjang turnamen hingga mencapai partai final (big final).

Pasangan tersebut kalah melawan wakil tuan rumah, Jianguo Long/Yicheng Zhao. Wakil Indonesia itu mengemas waktu 9,80 detik, sedangkan lawannya lebih cepat 0,05 detik alias mencatatkan waktu 9,75 detik.

Perjalanan dua atlet putra andalan Merah Putih itu sangat meyakinkan sebelum kalah di babak puncak.

Saat di semifinal, mereka mengalahkan pasangan kembar asal Kazakhstan, Rashid Khaibullin/Rishat Khaibullin. Raharjati/Robby membukukan 10,34 detik, sedangkan lawannya 12,12 detik.

Selain itu, dalam babak kualifikasi sampai perempat final, keduanya juga telah tampil mengesankan. Pasangan tersebut bahkan menjadi yang tercepat atau menempati posisi pertama dalam kualifikasi, pada Rabu siang.

0 comments

    Leave a Reply