Aston Villa Menang Lawan Indonesia All Stars 3-1

IVOOX.id – Klub Inggris Aston Villa mengalahkan Indonesia All Stars dengan skor 3-1 pada laga tur pramusim mereka di Indonesia yang dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Mengutip Antara, tiga gol Aston Villa dicetak oleh Emiliano Buendia, Ross Barkley, dan Brian Madjo, sementara satu gol balasan Indonesia All Stars diciptakan oleh Arkhan Kaka.
Pada babak pertama, pelatih Unai Emery langsung menurunkan pemain-pemain terbaiknya. Ada Victor Lindelof dan Pau Torres di lini belakang, Emiliano Buendia, John McGinn, dan Ross Barkley di lini tengah, serta Evann Guessand dan Alejandro Garnacho di lini depan.
Hadirnya pemain-pemain terbaik ini membuat sang juara Liga Europa itu unggul cepat, setelah Emiliano Buendia mencetak gol pada menit ketiga.
Gol Buendia berawal dari serangan Aston Villa di sisi kanan, di mana Kosta Nedeljovic melakukan overlap dan kemudian memberikan umpan tarik kepada pemain Argentina tersebut.
Indonesia All Stars mencoba untuk merespons gol cepat itu. Akan tetapi, tim asuhan Kurniawan Dwi Yulianto itu masih kesulitan untuk menjebol solidnya pertahanan tim yang finis di peringkat keempat Liga Inggris musim lalu tersebut.
Indonesia All Stars mendapat peluang emas pada menit ke-29 melalui aksi tendangan Hokky Caraka. Namun tendangan pemain Persita Tangerang itu masih membentur tiang gawang.
Aston Villa berupaya menambah gol saat babak pertama akan berakhir, namun sepakan Nedeljovic dan sundulan Torres masih tak mampu menjebol gawang Indonesia All Stars yang dikawal Kartika Ajie.
Setelah peluang-peluang itu gagal, Aston Villa akhirnya mampu menambah keunggulan lewat sepakan dari depan kotak penalti melalui kaki Ross Barkley pada menit ke-45.
Pada waktu tambahan, satu peluang lagi didapatkan Aston Villa lewat sepakan sudut sempit dari Buendia. Namun tendangannya masih sanggup diselamatkan oleh Kartika Ajie. Babak pertama pun berakhir untuk keunggulan Aston Villa dengan skor 2-0.
Pada babak kedua, Emery menarik keluar pemain-pemain terbaiknya dan sebagai gantinya ia memasukkan Tyrone Mings, Matty Cash, dan bek kiri Belanda yang memiliki darah Indonesia, Ian Maatsen.
Sejumlah pergantian ini tak mempengaruhi permainan Aston Villa karena mereka tetap bermain dominan. Mereka pun melebarkan keunggulan pada menit ke-57 lewat sontekan jarak dekat Brian Madjo.
Pada menit ke-67, George Hemmings mendapatkan ruang di area depan kotak penalti. Ia pun melakukan tembakan, namun masih lemah, sehingga mudah diamankan oleh Kartika Ajie.
Peluang terbaik Aston Villa datang pada dua menit setelahnya. Melalui kombinasi Cash dan Maatsen di sisi kiri penyerangan, Maatsen berhasil melakukan umpan lambung yang kemudian disundul Mings. Namun tandukan bek jangkung 33 tahun itu masih melambung.
Setelah dari Aston Villa, peluang terbaik dari Indonesia All Stars kemudian datang pada menit ke-72. Berawal dari serangan di sisi kiri, Fabio Azka mengirimkan umpan kepada Ramai Rumakiek di area tengah, namun bola gagal disambut oleh pemain Persipura Jayapura tersebut.
Gol yang ditunggu Indonesia All Stars tiba pada menit ke-83 setelah Arkhan Kaka menyambut bola rebound dari sepakan Reno Salampessy. Skor berubah menjadi 1-3 dan bertahan hingga akhir pertandingan.
Pelatih Aston Villa Unai Emery memuji cara bermain Indonesia All Stars karena mampu menunjukkan permainan yang cukup baik saat menghadapi timnya.
“Kami mendapatkan ritme permainan yang kami butuhkan, sementara lawan juga menunjukkan kualitasnya. Mereka bermain baik dari sisi taktik dan bertahan dengan sangat baik. Secara keseluruhan, saya rasa ini adalah pertandingan yang sukses,” kata Emery saat menjumpai awak media setelah pertandingan di SUGBK, Sabtu (1/8/2026), dikutip dari Antara.
Emery kemudian mengungkapkan bahwa ia tak terkejut melihat permainan yang ditampilkan Indonesia All Stars karena ia mendapatkan informasi dari pelatih Spanyol yang berada di Indonesia yang mengatakan bahwa sepak bola di Indonesia berkembang pesat.
“Pertandingan hari ini membuktikan hal itu. Mereka menunjukkan kualitas dan kemampuan individu yang baik. Mereka bermain dengan organisasi yang rapi, dan level permainan yang mereka tampilkan saat menghadapi kami sangat mengesankan,” kata pelatih yang memenangi lima trofi Liga Europa tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, pujian Emery juga dilayangkan untuk kualitas rumput di SUGBK yang menurutnya sangat baik sehingga mendukung kedua tim mengeluarkan permainan terbaiknya.
“Saya mengapresiasi cara mereka bermain secara kolektif dari sudut pandang taktik. Saya juga harus memuji kondisi lapangan yang sangat baik, sehingga kedua tim bisa memainkan sepak bola dengan baik,” tambah dia.
Lebih lanjut, ia mengomentari atmosfer SUGBK malam ini sangat bagus meski tidak dipenuhi oleh penonton.
“Tentu saja para suporter mendukung para pemain Indonesia, tetapi pada saat yang sama mereka juga menunjukkan apresiasi kepada kami,” kata pelatih 54 tahun itu.
“Anda bisa merasakan betapa besarnya antusiasme masyarakat di sini terhadap Premier League. Setelah pertandingan pun mereka menyambut kami dengan hangat, dan kami sangat menghargainya,” tambah dia.
Ini adalah kemenangan laga pramusim kedua untuk Aston Villa setelah mengalahkan Walsall dengan skor 5-0. Sebelum mengalahkan Indonesia All Stars, John McGinn dan kawan-kawan sempat menelan kekalahan dua kali dari Porto dengan skor 1-2 dan Real Socieded dengan skor 2-4.
Sementara, pelatih Indonesia All Stars Kurniawan Dwi Yulianto menyebut permainan tim asuhannya ketika melakoni laga kontra Aston Villa sesuai harapannya. Ia menilai anak-anak asuhnya tampil lepas dan percaya diri sehingga mampu memberikan perlawanan kepada sang juara Liga Europa itu meski pada akhirnya tetap menelan kekalahan dengan skor 1-3.
“Sesuai dengan apa yang kita rencanakan dari awal, bahwa attitude para pemain sungguh luar biasa, mereka tidak under pressure, kemudian percaya diri. Itu yang paling penting, sehingga ini bagus untuk bekal mereka. Mereka bermain dengan tim, tetapi berani menunjukkan kualitasnya,” kata Kurniawan ketika menemui awak media setelah pertandingan di SUGBK, Sabtu (1/8/2026), dikutip dari Antara.
Mantan pelatih timnas U17 Indonesia itu mengapresiasi permainan timnya, baik saat menyerang atau bertahan.
Dan kendati masa persiapan sangat singkat, namun Kurniawan menilai pemain mampu menerjemahkan keinginannya termasuk saat timnya berhasil membatasi pergerakan Alejandro Garnacho, pemain pinjaman dari Chelsea yang pernah bermain untuk Manchester United.
“Karena memang kita cuma latihan sehari, persiapannya juga hanya secara garis besar. Kita mau bermain as a team, gitu aja. Jadi ketika Garnacho pegang bola kita harus ada yang cover nyerang ya saling nutup,” ucap Kurniawan.
Tiga gol Aston Villa pada malam ini dicetak oleh Emiliano Buendia, Ross Barkley, dan Brian Madjo, sementara satu gol balasan Indonesia dilesatkan oleh Arkhan Kaka.
Kaka mencetak gol setelah memanfaatkan bola rebound sepakan Reno Salampessy yang gagal diselamatkan dengan baik oleh kiper Aston Villa.
Menurut Kurniawan, gol ini akan menambah kepercayaan diri Kaka yang saat ini masih berusia 18 tahun.
“Sebagai seorang striker tentu ini sangat berarti lah buat kepercayaan diri dia. Apalagi yang digolin adalah tim Aston Villa. Jadi mudah-mudahan akan menambah kepercayaan diri dia. Kualitas dia, bahwa sebenarnya dia punya kualitas. Dan di pertandingan tadi tidak nervous, tidak gugup, tetap percaya diri. Itu yang paling penting,” ucap Kurniawan yang merupakan striker legendaris Indonesia tersebut.
Sementara itu, satu-satunya hal yang disesalkan oleh Kurniawan dari laga ini adalah cederanya Jordy Werhmann.
Ia pun meminta maaf kepada klub Jordy, Madura United, karena salah satu pemainnya mengalami cedera sehingga kemungkinan akan absen di pekan-pekan awal kompetisi liga musim depan yang dimulai awal September.
“Belum ada kepastian, tapi kayaknya dislokasi ya. Sini, di bahu ini. Gitu ya. Mudah-mudahan nggak kenapa-napa,” kata Kurniawan mengungkapkan apa yang dialami Jordy.
Pemain Indonesia All Stars Arkhan Kaka menjadikan golnya ke gawang Aston Villa pada laga tur pramusim sang juara Liga Europa tersebut sebagai bekal berharga baginya untuk semakin berkembang.
"Ya saya sangat senang dan saya tidak berhenti di sini, saya akan bekerja keras terus, dan semoga ke depannya saya bisa lebih baik lagi," kata Kaka saat ditemui awak media setelah pertandingan di SUGBK, Sabtu (1/8/2026), dikutip dari Antara.
Kaka masuk di babak kedua pada pertandingan ini, untuk menghadapi Tyrone Mings yang sama-sama masuk sebagai pemain pengganti.
Striker berusia 18 tahun itu pun kemudian mengungkapkan perasaannya berduel dengan Mings yang merupakan bek tengah berpengalaman dengan tinggi 1,96 meter.
"Tyrone Mings dan yang teman-teman pemain Aston Villa itu pemain yang sangat-sangat berkualitas dari segala aspek. Apalagi saya yang masih muda, saya harus banyak belajar ke depannya dari mereka juga bagaimana cara bermain sepak bola dan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga buat saya," kata dia.
Pada pertandingan ini, Aston Villa yang dilatih Unai Emery menurunkan sejumlah pemain-pemain terbaiknya, seperti Victor Lindelof dan Pau Torres di lini belakang, Emiliano Buendia, John McGinn, dan Ross Barkley di lini tengah, hingga Alejandro Garnacho di lini depan.
Sesudah tuntas meladeni Indonesia All Stars, pramusim Aston Villa berlanjut ke Thailand ketika mereka melawan BG Pathum United pada Selasa, 4 Agustus 2026, dan kemudian dilanjutkan menghadapi Bayern Muenchen tiga hari setelahnya.
Setelah itu, mereka akan memainkan Piala Super Eropa menghadapi juara Liga Champions Paris Saint-Germain pada 13 Agustus.
Pasukan Emery lalu akan melakoni laga pramusim terakhir ketika menghadapi Borussia Moenchengladbach pada 15 Agustus, sebelum kemudian mereka akan membuka Liga Inggris dengan tandang ke markas Brighton & Hove Albion pada 23 Agustus.


0 comments