Asosiasi Ojol Minta Danantara Kelola Ekosistem Transportasi Digital Nasional | IVoox Indonesia

April 15, 2026

Asosiasi Ojol Minta Danantara Kelola Ekosistem Transportasi Digital Nasional

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono
Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono. ANTARA/HO-Igun Wicaksono

IVOOX.id – Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia meminta Danantara mengelola dan mengintegrasikan ekosistem transportasi digital nasional terkait rencana terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) terkait ojek online (ojol) yang akan mengatur skema bagi hasil antara platform dan pengemudi.

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menilai langkah tersebut sebagai upaya strategis untuk memperkuat kedaulatan ekonomi digital sekaligus menciptakan keseimbangan yang lebih adil bagi seluruh pihak yang terlibat.

Dalam keterangannya, ia menyoroti bahwa sektor transportasi online kini telah berkembang pesat dan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat serta sumber penghidupan bagi jutaan pekerja informal di Indonesia. Namun, di balik pertumbuhan tersebut, masih terdapat berbagai tantangan struktural yang belum terselesaikan.

Mulai dari ketimpangan distribusi pendapatan, lemahnya perlindungan sosial bagi pengemudi, hingga dominasi algoritma platform yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan nasional, menjadi isu yang terus disorot oleh asosiasi.

“Langkah ini dipandang sebagai upaya progresif dalam memperkuat kedaulatan ekonomi digital, sekaligus menghadirkan keseimbangan yang lebih adil antara platform, pengemudi, dan kepentingan negara,” ujar Raden Igun kepada Ivoox.id Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, melalui pendekatan kelembagaan yang kuat, Danantara berpotensi menjadi orkestrator ekosistem yang tidak hanya berfokus pada efisiensi pasar, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan keberlanjutan ekonomi nasional.

Menurutnya, keterlibatan negara dalam pengelolaan ekosistem ini akan memberikan sejumlah manfaat strategis. Di antaranya adalah penguatan kendali nasional atas data dan infrastruktur digital, reformulasi skema kemitraan yang lebih adil, serta stabilisasi ekosistem guna meminimalisir konflik dan volatilitas tarif.

Selain itu, integrasi yang lebih terarah juga diyakini mampu meningkatkan kontribusi sektor transportasi digital terhadap perekonomian nasional, termasuk memberikan efek berganda bagi UMKM dan sektor informal lainnya.

“Asosiasi meyakini bahwa momentum transformasi digital nasional harus diiringi dengan keberanian kebijakan yang visioner,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply