Asosiasi Fintech Soroti Peluang Universal Banking, IDBS 2026 Jadi Forum Arah Baru Keuangan Digital | IVoox Indonesia

June 24, 2026

Asosiasi Fintech Soroti Peluang Universal Banking, IDBS 2026 Jadi Forum Arah Baru Keuangan Digital

Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Pandu Sjahrir
Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Pandu Sjahrir. IVOOX.ID/doc AFTECH

IVOOX.id – Sektor jasa keuangan Indonesia dinilai tengah memasuki fase transformasi baru seiring diperkenalkannya konsep universal banking oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Gagasan tersebut dipandang membuka peluang integrasi layanan keuangan yang lebih luas, sekaligus mendorong efisiensi, diversifikasi produk, dan peningkatan daya saing industri jasa keuangan nasional di tengah perubahan kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang semakin terhubung secara digital.

Di sisi lain, konsep universal banking juga menghadirkan tantangan baru yang tidak kecil. Penguatan tata kelola, manajemen risiko, kapasitas teknologi, ketahanan siber, hingga perlindungan data dan konsumen dinilai menjadi prasyarat penting agar integrasi layanan lintas sektor keuangan, termasuk perbankan digital dan fintech, dapat berjalan sehat dan berkelanjutan.

Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Pandu Sjahrir, menilai konsep universal banking menandai perubahan besar dalam lanskap layanan keuangan digital di Indonesia. Menurut dia, arah industri kini tidak lagi sekadar berfokus pada ekspansi, melainkan mulai bergerak menuju konsolidasi, keberlanjutan, dan integrasi antarpelaku jasa keuangan.

“Dalam konteks global dan regional, posisi Indonesia semakin strategis. Industri keuangan, khususnya ekosistem layanan keuangan digital, memiliki peluang yang riil untuk menjadi rule-shaper. Tidak melulu menjadi pasar. Ekosistem layanan keuangan digital Indonesia berpotensi untuk turut membentuk standar dan arah ekosistem regional, termasuk dalam hal standar inovasi dan teknologi, terutama bagi model bisnis digital dalam kluster pembayaran, pendanaan, serta investasi,” ujar Pandu dalam keterangannya di Jakarta, Senin (22/6/2026).

Pandangan tersebut menjadi salah satu latar belakang AFTECH menggelar Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026. Forum tahunan itu akan mempertemukan lebih dari 300 pemimpin dari sektor perbankan, fintech, sektor riil, akademisi, regulator, pemerintah, hingga mitra internasional untuk membahas arah kebijakan sektor jasa keuangan ke depan serta memperkuat kolaborasi di dalam ekosistem keuangan digital.

Mengusung tema Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy, IDBS 2026 akan digelar pada Selasa, 7 Juli 2026, di Hotel Raffles, Jakarta. Agenda tersebut akan dikemas dalam format summit, expo, serta kegiatan Jakarta Fintech & Bank Connect.

Pandu mengatakan, dinamika industri keuangan dan kemunculan konsep universal banking menjadi alasan utama AFTECH mengangkat tema besar tersebut pada penyelenggaraan IDBS tahun ini. Menurut dia, transformasi sektor jasa keuangan ke depan akan semakin menempatkan perjalanan konsumen sebagai pusat layanan, sekaligus memperkuat kontribusi industri terhadap kesejahteraan finansial masyarakat dan produktivitas sektor riil.

“Dinamika dalam sektor jasa keuangan dan pengenalan konsep universal banking mendorong AFTECH untuk menjadikannya sebagai tema besar dalam IDBS tahun ini. Kami melihat kedepannya arsitektur sektor jasa keuangan akan mengalami transformasi, khususnya menjadi lebih fokus pada consumer journey termasuk terlibat lebih aktif dalam mendorong terciptanya kesejahteraan finansial konsumen dan semakin optimal dalam menjalankan layanan yang mendorong produktivitas sektor-sektor riil prioritas,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, AFTECH akan mengangkat empat pilar utama, yakni transformasi arsitektur sektor jasa keuangan menuju ekosistem yang lebih terintegrasi lintas perbankan dan fintech, penguatan dampak layanan keuangan terhadap kesejahteraan finansial masyarakat, peningkatan kontribusi sektor keuangan bagi pertumbuhan ekonomi inklusif, serta pembangunan infrastruktur digital sebagai fondasi sistem keuangan masa depan.

Menutup pernyataannya, Pandu mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan IDBS 2026 sebagai ruang konsolidasi gagasan dan kolaborasi strategis. “Pemikiran, komitmen, dan kolaborasi strategis yang kita ambil akan membentuk wajah sektor keuangan Indonesia, khususnya ekosistem layanan keuangan digital masa depan. IDBS 2026 merupakan kesempatan yang baik untuk mensinergikan komitmen dalam membangun sektor keuangan masa depan yang lebih sehat dan produktif dan senantiasa relevan bagi konsumen,” katanya.

0 comments

    Leave a Reply