Asita Sulawesi Selatan Sebut Kenaikan Harga Tiket Pesawat Tekan Sektor Pariwisata | IVoox Indonesia

May 25, 2026

Asita Sulawesi Selatan Sebut Kenaikan Harga Tiket Pesawat Tekan Sektor Pariwisata

salah satu destinasi wisata di kawasan karst Rammang-Rammang Sulawesi Selatan
Ilustrasi salah satu destinasi wisata di kawasan karst Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang mulai terdampak dari kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara yang mengandalkan penerbangan udara yang tiketnya naik dari kondisi normal. ANTARA/ Suriani Mappong

IVOOX.id – Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulawesi Selatan Didi L Manaba mengatakan, tingginya harga tiket pesawat pemicu penurunan kunjungan wisata telah menekan sektor pariwisata di Sulawesi Selatan.

"Kenaikan harga tiket pesawat dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberi dampak terhadap sektor pariwisata di Sulsel, kata Didik di Makassar, Minggu (24/5/2026), dikutip dari Antara.

Dia mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat membuat minat perjalanan wisata menurun, khususnya wisatawan domestik yang mengandalkan transportasi udara menuju berbagai destinasi di Sulsel. Dampaknya, kata dia, tidak hanya dirasakan pelaku usaha perjalanan wisata, tetapi juga sektor perhotelan, restoran, hingga pelaku UMKM yang bergantung pada kunjungan wisatawan.

Pelaku industri pariwisata menilai biaya operasional penerbangan meningkat akibat mahalnya komponen impor dan bahan bakar yang dipengaruhi pelemahan rupiah. Akibatnya, harga tiket pesawat ikut melonjak dan memengaruhi daya beli masyarakat untuk bepergian.

Selain itu, lanjut dia, penurunan jumlah penerbangan berpotensi menekan lama tinggal wisatawan di Sulsel. Jika kondisi ini berlangsung lama, maka tingkat okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi wisata dikhawatirkan ikut menurun.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin Sulawesi Selatan, Satriya Madjid mengatakan pelemahan rupiah saat ini mulai menekan berbagai sektor usaha, termasuk pariwisata dan perhotelan yang sangat bergantung pada mobilitas udara.

Menurut dia, di tengah tekanan tersebut pelaku usaha berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas ekonomi serta memberi dukungan terhadap sektor pariwisata melalui kebijakan yang mendorong konektivitas penerbangan dan penguatan wisata domestik.

Sejumlah pelaku industri juga mendorong promosi destinasi wisata lokal agar masyarakat tetap memilih berwisata di dalam negeri meski kondisi ekonomi global masih belum stabil.

0 comments

    Leave a Reply