Asian Para Games 2026: Atlet Boccia Raih Tiga Medali Emas untuk Indonesia | IVoox Indonesia

Asian Para Games 2026: Atlet Boccia Raih Tiga Medali Emas untuk Indonesia

Atlet Boccia Indonesia Felix Ardi Yudha
Atlet Boccia Indonesia Felix Ardi Yudha melemparkan bola saat bertanding melawan atlet Mongolia Irmuun Khurelbaatar dalam babak penyisihan grup A tunggal putra BC2 Asian Para Games 2026 di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Sabtu (17/10/2026). Felix Ardi Yudha menang telak dengan skor akhir 17-0. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU

IVOOX.id – Tiga atlet boccia menyumbangkan medali emas untuk kontingen Indonesia pada sejumlah laga di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Rabu, 21 Oktober 2026. Masing-masing adalah Felix Ardi Yudha, Handayani, dan Gischa Zayana.

Mengutip Antara, atlet boccia Indonesia Handayani dan Gischa Zayana berhasil menambah dua medali emas dengan memenangkan partai final di Ngoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu.

Handayani memastikan emas setelah mengalahkan wakil Malaysia Angline Melissa 5-4.

Atlet berusia 30 tahun itu sempat tertinggal dengan skor 1-4 pada tiga set pertama, namun ia kembali mencetak empat angka pada set keempat untuk membalikkan keadaan.

Handayani mengaku puas memenangkan duel di final untuk kedua kalinya melawan wakil Malaysia Lawas Angeline Melissa untuk merebut emas pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Ini untuk kedua kalinya (saya bertemu Melissa Angeline) di final. Sebelumnya di final ASEAN Para Games," kata Handayani seusai laga final di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu (21/10/2026), dikutip dari Antara.

Handayani dan Melissa pertama kali bertemu di final pada multievent ASEAN Para Games 2025. Handayani memenangkan laga tersebut melalui babak tie-break setelah persaingan pada waktu normal berakhir imbang 3-3.

Ia kembali bertemu dengan rivalnya dalam final individual putri - BC1 Asian Para Games 2026 dan berhasil memenangkan laga dengan skor 5-4.

Ia mengakui bahwa duel final melawan Melissa merupakan pertandingan mendebarkan karena berlangsung sangat ketat.

"Saya sangat deg-degan banget, nafas luar biasa karena sempat ketinggalan poin juga," katanya.

Setelah unggul dengan satu poin pada set pertama, Handayani sempat tertinggal pada dua set berikut saat Melissa mencetak empat poin untuk memimpin pertandingan.

Namun, Handayani yang tetap menjaga fokus berhasil memanfaatkan momentum untuk mendominasi pertandingan pada set keempat hingga mencetak empat poin, tanpa memberikan kesempatan bagi lawan untuk meraih poin.

"Tantangannya besar, tapi alhamdulillah bisa mengatasi dan meraih kemenangan," katanya.

Hasil gemilang juga dipersembahkan Gischa Zayana yang memenangkan duel ketat melawan wakil Hong Kong, China, Hiu Lam Yeung dengan skor 6-5.

Gischa mampu mencuri angka pada set pertama yang menjadi kunci kemenangannya. Setelah unggul pada set pembuka, keduanya saling berbagi kemenangan pada dua set berikut dengan skor yang sama, dan menutup set keempat dengan skor imbang.

Gischa mengakhiri catatan buruk melawan Hiu Lam Yeung dengan mengalahkan wakil Hong Kong itu dalam final individual putri - BC2 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Hampir setiap pertemuan (melawan Hiu Lam Yeung) saya jarang menang sebenarnya," kata Gischa Zayana saat ditemui usai laga final di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu (21/10/2026), dikutip dari Antara.

Gischa mengalahkan Hiu Lam dalam duel yang berlangsung sengit dengan skor akhir 6-5. Atlet berusia 21 tahun itu mengunci dua set pertama dengan unggul lima poin. Namun, pada set ketiga, Hiu Lam mendekat dengan mencetak empat poin, tanpa memberikan Gischa kesempatan untuk mencetak poin.

Persaingan sengit berlanjut pada set keempat saat kedua atlet masing-masing hanya mencetak satu poin. Dengan keunggulan satu poin, Gischa akhirnya mengunci kemenangan untuk merebut emas.

Gischa mengatakan cukup kesulitan menghadapi lawannya yang merupakan pemain senior dalam olahraga boccia. Menghadapi lawan yang secara statistik lebih dominan, Gischa memilih untuk bermain lepas dan tidak ingin terbebani dengan keunggulan lawan.

"Saya cuma pasrah dan menjalankan permainan saya dan berharap Allah kasih yang terbaik buat saya, gitu. Alhamdulillah, akhirnya bisa menang," katanya.

Gischa mengakui bahwa meskipun berhasil merebut emas, banyak hal yang harus diperbaiki dari penampilannya untuk menatap persaingan pada kejuaraan berikut.

"Ke depan, saya ingin bermain dengan lebih baik lagi. Saya juga ingin mencapai ya target-target yang lebih tinggi lagi," katanya.

Perolehan emas Handayani dan Gischa menambah koleksi emas tim Merah Putih menjadi tujuh emas.

Selanjutnya atlet boccia Indonesia Felix Ardi Yudha menambah medali emas dengan setelah mengalahkan wakil Thailand Phakphum Linchum pada final nomor individual putra - BC2 dengan skor 5-3.

Felix mengatakan bahwa faktor ketenangan dalam bertanding menjadi senjata utama yang mengantarkan meraih medali emas kedelapan bagi Kontingen Indonesia pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Yang jelas (dalam pertandingan tadi saya) berusaha untuk tetap tenang menunggu momentum untuk mengatasi lawan," kata Felix Ardi Yudha saat ditemui sesuai laga final di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Rabu (21/10/2026), dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan bahwa dalam pertandingan tersebut, ia sempat tertinggal dengan selisih tiga poin pada dua set pertama.

Dalam kondisi penuh tekanan, atlet berusia 33 tahun itu memilih untuk tetap tenang, hingga menemukan momentum comeback pada set ketiga, kemudian mempertahankan keunggulan pada set keempat.

"Saya tetap bermain tenang (saat tertinggal) dan alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan," katanya.

0 comments

    Leave a Reply