Asian Games 2026: Perunggu untuk Wushu, Teqball Indonesia, dan Soft Teni menjadi Mendali Pertama Indonesia | IVoox Indonesia

Asian Games 2026: Perunggu untuk Wushu, Teqball Indonesia, dan Soft Teni menjadi Mendali Pertama Indonesia

Tim soft tenis beregu putra Indonesia
Tim soft tenis beregu putra Indonesia memperoleh medali perunggu setelah dikalahkan Jepang yang merupakan wakil tuan rumah, pada babak semifinal yang berlangsung di Higashiyama Park Tennis Center, Minggu (20/9/2026). ANTARA/Roy Rosa Bachtiar

IVOOX.id – Atlet wushu Indonesia Seraf Naro Siregar memastikan medali pertama bagi kontingen Merah Putih pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan perolehan medali perunggu nomor changquan putra di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Minggu, 20 September 2026.

Naro menempati posisi ketiga dari 21 atlet yang tampil pada nomor tersebut setelah membukukan skor 9,720 poin.

"Pertama-tama saya melayangkan rasa syukur saya kepada Tuhan Yesus karena telah melindungi saya dan memimpin saya sepanjang perjalanan saya untuk persiapan Asian Games," kata Naro seusai pertandingan, dikutip dari Antara.

Tampil sebagai atlet pertama, Naro mampu menjalankan rangkaian gerakannya dengan mulus dan langsung memasang patokan tinggi bagi para pesaingnya.

Ia memperoleh nilai 5,00 untuk quality of movement, 2,720 untuk overall performance, dan 2,00 untuk degree of difficulty sehingga mengumpulkan total skor 9,720.

Catatan tersebut membuat Naro sempat memimpin klasemen sementara. Bahkan, posisinya tetap berada di urutan teratas hingga enam atlet berikutnya menyelesaikan penampilan.

Namun, dua atlet Makau yang tampil setelahnya mampu menggeser posisi Naro. Kuong Chi Hin mencatat skor 9,723 untuk merebut medali emas, sementara Song Chi Kuan membukukan 9,720 dan meraih medali perak.

Bagi Naro, medali tersebut memiliki arti besar karena Asian Games merupakan salah satu ajang paling bergengsi yang menjadi impian para atlet.

"Ini buat saya segalanya karena kita tahu pertandingan Asian Games ini bukan pertandingan biasa bagi atlet," ujar Naro.

"Jadi atlet manapun untuk berkompetisi di sini saja sudah banyak yang bermimpi, apalagi dapat medali."

Ia mengatakan medali perunggu tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karirnya karena selama ini dirinya mendedikasikan kehidupan untuk mempersiapkan diri menghadapi ajang besar.

"Jadi arti dari medali ini mungkin adalah seluruh karir saya. Saya sangat mendedikasikan semua hidup saya hanya untuk event terbesar ini," ujar Naro.

Medali di Aichi-Nagoya 2026 juga menambah koleksi prestasi Naro pada ajang multicabang olahraga internasional. Sebelumnya, ia meraih perunggu Asian Games Hangzhou 2022 dari nomor kombinasi daoshu dan gunshu.

Naro juga meraih medali perak pada The World Games 2025 di Chengdu, China, dari nomor kombinasi changquan-daoshu-gunshu putra.

Selanjutnya, Tunggal putra teqball Indonesia Yoga Ardika Putra berhasil meraih medali perunggu pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Nagoya City Higashi Sports Center, Nagoya, Jepang. Medali tersebut menjadi raihan pertama Indonesia dari teqball saat cabang olahraga tersebut debut pada Asian Games edisi kali ini, sekaligus menjadi medali kedua yang diraih Indonesia.

"Tentu rasanya senang bisa dapat medali di Asian Games. Ini pencapaian yang luar biasa. Perjuangan kita di Indonesia terbayar di Asian Games ini," kata Yoga, dikutip dari Antara.

Keberhasilan Yoga di nomor Men’s Singles sekaligus menjadi catatan bersejarah bagi teqball Indonesia. Pencapaian tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan cabang olahraga tersebut secara lebih luas di tanah air.

Yoga mengatakan keberhasilannya meraih medali tidak terlepas dari proses latihan dan perjuangan yang telah dilakukan sebelum tampil di Asian Games.

"Dengan hasil kita, target medali ini tercapai. Ke depannya, semoga mendapat dukungan penuh untuk federasi teqball di Indonesia agar ke depannya lebih berkembang," ujar Yoga.

Medali perunggu dari nomor tunggal putra tersebut kemudian dipersembahkan Yoga kepada keluarganya yang selalu memberikan dukungan terhadap karirnya sebagai atlet.

Yoga juga menargetkan pencapaian yang lebih tinggi pada ajang berikutnya setelah berhasil membawa pulang medali perunggu dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

"Medali ini untuk keluarga, sebetulnya. Keluarga tentu mendukung 100 persen apa yang saya lakukan, tentunya dalam hal yang positif. Dalam hal ini, berlatih di teqball, ya didukung 100 persen," ujar Yoga.

Soft tenis menjadi cabang olahraga ketiga yang sukses mempersembahkan medali bagi Kontingen Merah Putih dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Mengutip Antara, medali perunggu tersebut diperoleh soft tenis Indonesia setelah ditundukkan Jepang pada babak semifinal yang berlangsung di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Jepang, Minggu, 20 September 2026, pagi.

Tim soft tenis beregu putra Indonesia dipaksa mengakui keunggulan tim tuan rumah dengan skor akhir 0-2.

Pada partai pembuka, pasangan Tio Hutauruk/Fernando Sanger diturunkan untuk melawan duo Takuya Kurosaka/Takafumi Uchimoto.

Pasangan tuan rumah langsung memberikan tekanan yang sulit dilepaskan bagi Indonesia hingga menciptakan jurang skor yang sulit dikejar.

Dari total enam match games yang dimainkan, pasangan Tio/Fernando hanya unggul pada gim keempat.

Hasil minor kembali diperoleh tim beregu putra Indonesia pada partai kedua yang memainkan nomor tunggal.

Kali ini giliran Bagus Pradewa yang menjadi bulan-bulanan Toshiki Uematsu yang menyapu bersih kemenangan pada empat gim yang dimainkan.

16 Cabang Olahraga Bertanding di Hari Pertama

Sebanyak 16 cabang olahraga yang diikuti kontingen Indonesia akan memulai persaingan pada Minggu, 20 September 2026, sehari setelah upacara pembukaan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, dengan satu peluang emas ada di depan mata.

Pertandingan akan berlangsung di tiga klaster, yakni Aichi, Tokyo, dan Gifu, di mana sejumlah atlet langsung menjalani babak final dan pertandingan penting.

Atlet teqball Sumaya bersiap menghadapi atlet Myanmar pada final tunggal putri. Jika berhasil mencapai podium tertinggi, ia akan membuat sejarah mendapatkan emas pertama teqball yang debut dalam Asian Games.

Indonesia juga berpeluang meraih medali pertama dari soft tenis nomor beregu putra. Fernando Sanger dan kawan-kawan akan berhadapan dengan Jepang pada semifinal.

Jika lolos ke final, tim beregu putra soft tenis akan menghadapi Korea Selatan atau Taipei untuk memperebutkan emas.

Pada triathlon, Muhammad Noval Ashidiq dan Rashif Amila Yaqin tampil pada nomor individual putra, sementara Martina Ayu Pratiwi dan Kayla Nadia Shafa mengikuti nomor individual putri.

Dari balap sepeda jalan raya, Ayustina Delia Priatna dan Maulana Astnan Al Hayat turun pada nomor individual time trial putri dan putra di Shinshiro Cycling Road Course.

Wushu menghadirkan Seraf Naro Siregar pada nomor changquan putra, dan Tharisa Dea Florentina pada kelas 52 kilogram serta Jumanta pada kelas 70 kilogram.

Pada sepak takraw, tim putra Indonesia menghadapi Laos, sementara tim putri melawan Korea Selatan pada fase grup.

Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan akan tampil pada bulutangkis beregu putri menghadapi Mongolia pada babak 16 besar tunggal putri.

Sementara pada menembak, Dominique Rachmawati Karini, Audrey Zahra Dhiyaannisa, dan Yasmin Figlia Achadiat tampil pada nomor 10 meter air rifle putri dan nomor 10 meter air rifle beregu putri.

Tim bola voli putri Indonesia menghadapi Thailand pada perempat final. Sementara tenis meja mempertandingkan tim Indonesia melawan India dan Pakistan pada fase grup.

Karate juga menggelar sejumlah nomor, di antaranya individual kata putri melalui Marzella Sekar Damayanti serta kumite -55 kilogram putra melalui Muhammad Tegar Januar.

Cabang lain yang diikuti Indonesia adalah modern pentathlon, bola voli pantai, dan mixed martial arts.

Di Tokyo, sejumlah atlet renang Indonesia bertanding di Tokyo Aquatics Centre. Sementara di Gifu, tim hoki putra Indonesia menghadapi India pada fase grup Pool A.

0 comments

    Leave a Reply