Asian Games 2026: Indonesia Tambah Tiga Medali Perunggu dari BMX dan Bulu Tangkis | IVoox Indonesia

Asian Games 2026: Indonesia Tambah Tiga Medali Perunggu dari BMX dan Bulu Tangkis

Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan melakukan smes ke arah pebulu tangkis putra China Li Shi Feng saat final beregu Asian Games Aichi Nagoya 2026 di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Nagoya, Aichi, Jepang, Kamis (24/9/2026). Alwi Farhan menang dalam tiga gim dengan skor 23-21,15-21 dan 21-16. ANTARA FOTO/Fauzan/agr

IVOOX.id – Kontingen Indonesia menambah koleksi tiga medali perunggu Asian Games Aichi-Nagoya 2026 pada Senin, 28 September 2026.

Tiga medali tersebut diraih oleh tim Merah Putih dari cabang balap sepeda BMX dan bulu tangkis.

Perunggu pertama diraih lewat aksi dari atlet balap sepeda BMX Racing Indonesia Jasmine Azzahra Setyobudi pada nomor BMX Racing putri.

Jasmine menempati posisi ketiga dengan catatan waktu 34,932 detik. Medali emas diraih pembalap Jepang Sae Hatakeyama dengan waktu 33,401 detik, sedangkan perak menjadi milik Wanyi Liao dari China dengan waktu 34,500 detik.

"Persiapan Asian Games ini enggak panjang. Persiapan Jasmine karena ada beberapa kejadian, operasi, baru mulai pelatihan bulan April, baru sebulan pelatihan jatuh lagi, mulai lagi, jatuh lagi. Alhamdulillah sekarang bisa mempertahankan bronze medal," kata Jasmine seusai perlombaan di Nagoya Velodrome BMX Race Cource, Senin (28/9/2026), dikutip dari Antara.

Dalam babak kualifikasi, Jasmine tergabung di Heat 2 dan mampu mempertahankan posisi ketiga pada tiga kali kesempatan. Pada Moto 1, Jasmine mencatat waktu 35,339 detik untuk berada di posisi ketiga. Ia kemudian memperbaiki catatannya menjadi 34,736 detik pada Moto 2, tetap di posisi ketiga.

Pada Moto 3, Jasmine kembali membukukan waktu 34,862 detik dan mempertahankan posisi ketiga pada heat tersebut.

Dalam heat yang sama, rekan senegaranya, Amellya Nur Sifa, tampil impresif dengan menempati posisi kedua pada Moto 1 dan Moto 2 sebelum naik ke posisi pertama pada Moto 3.

Sifa mencatat waktu 34,886 detik pada Moto 1, kemudian memperbaikinya menjadi 34,492 detik pada Moto 2. Pada Moto 3, ia kembali mempertajam catatan waktunya menjadi 34,392 detik sekaligus menjadi yang tercepat di heat tersebut.

"Tadi di Moto 1 satu Moto sama Sifa, tapi kita tetap main safe, kita harus masuk final dulu," kata Jasmine.

"Waktu final Jasmine sama Sifa ini enggak bisa harus jadi satu start-nya, jadi memang harus dikasih space satu, tapi mungkin karena tadi Sifa pilih ketiga, dan Sifa pilihnya agak ke tengah, jadi Jasmine mau enggak mau harus di situ."

Penampilan kedua pembalap Indonesia tersebut menunjukkan persaingan ketat di nomor BMX Racing putri. Jasmine akhirnya mengamankan medali perunggu pada hasil akhir dengan catatan 34,932 detik.

"Alhamdulillah tapi perjuangannya luar biasa banget," ujar Jasmine yang juga meraih medali perunggu BMX Racing putri pada Asian Games Hangzhou 2023.

Sementara itu, pada nomor putra, atlet balap sepeda Indonesia Rifki Fasya Ahsana menempati posisi keempat dengan waktu 32,980 detik.

Medali emas BMX Racing putra diraih Asuma Nakai dari Jepang dengan waktu 30,103 detik, diikuti Hyoga Kiuchi dari Jepang dengan 30,583 detik dan Haochao Lin dari China dengan 32,947 detik.

Pelatih BMX Racing Indonesia Ari Kristianto mengatakan medali perunggu yang diperoleh Jasmine Azzahra Setyobuddi pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di luar ekspektasi tim, mengingat persaingan dengan tuan rumah dan China yang dinilai berada di level berbeda.

"Di luar ekspektasi kita. Kita tahu bahwa tuan rumah sama China sudah beda kelas sama kita, tapi Alhamdulillah dengan hasil ini bisa buat kita bekerja keras," kata Ari di Nagoya Velodrome BMX Race Cource, Senin (28/9/2026), dikutip dari Antara.

Ari mengatakan hasil tersebut juga menjadi capaian yang patut disyukuri karena tim sebelumnya menargetkan dapat mempertahankan medali emas yang diraih pada ajang sebelumnya di Hangzhou.

"Terakhir di Hangzhou kita dapat emas sama perunggu. Di sini sebenarnya target untuk mempertahankan emasnya, tapi kita tahu memang kita datang ke tempatnya tuan rumah. Jadi kita realistis, kita dapat medali," ujar Ari.

Sementara itu dua medali perunggu lainnya bagi kontingen Indonesia didapatkan dari cabang bulu tangkis.

Pada sektor ganda putra, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terhenti pada semifinal, setelah dikalahkan ganda putra asal China Liang Weikeng/Wang Chang dengan rubber game 17-21, 21-13, 9-21.

Indonesia gagal menyajikan laga All Indonesian Final pada nomor ganda putra bulu tangkis Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri terhenti pada semifinal, Senin.

Langkah pasangan Fajar/Fikri dihentikan ganda putra asal China Liang Weikeng/Wang Chang dengan rubber game 17-21, 21-13, 9-21.

"Selesai sudah tugas kami di Asian Games, menyumbangkan medali perunggu. Memang bukan yang kami harapkan, tapi kami tetap bersyukur. Ini lah kami, sudah bermain secara maksimal," tutur Fajar setelah pertandingan di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Senin (28/9/2026), dikutip dari Antara.

Dengan kegagalan Fajar/Fikri melaju ke final, maka tim bulu tangkis ganda putra Indonesia menyisakan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang selanjutnya akan meladeni Liang/Wang.

Fajar/Fikri mengakui keunggulan lawan pada penampilan hari ini. Sepanjang pertandingan yang berdurasi 60 menit tersebut, ganda putra asal China itu menampilkan pertahanan yang solid.

Smes yang dihujamkan Fajar/Fikri pun berulang kali dihalau dengan baik oleh Liang/Wang.

"Pasangan China sangat luar biasa ya permainannya, mereka sangat siap, sangat tahu kelemahan kami. Sebaliknya, kami sudah mencoba berbagai cara dengan berbagai serangan tapi mereka memang sangat siap dengan pertahanannya," Fajar menceritakan.

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Fikri, yang menilai kekuatan lawan ada pada teknik pertahanan yang alot ditembus.

"Bermain sangat solid. Tadi kami berdua sudah berusaha menyerang tapi tidak bisa tembus, jadi ya itu hasilnya," kata Fikri menambahkan.

Lalu di sektor tunggal putra, Alwi Farhan yang menjadi unggulan keenam harus mengakui ketangguhan tunggal putra Kunlavut Vitidsarn asal Thailand dengan dua gim langsung 13-21, 15-21.

Alwi berharap bisa memperbaiki capaian medali pada Asian Games edisi selanjutnya setelah langkahnya harus terhenti pada babak semifinal Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

"Jujur ya sebenarnya targetnya dua emas, tapi ya belum tercapai. Masih ada kesempatan lagi empat tahun ke depan, semoga Tuhan memberikan saya kesempatan. Saya patut bersyukur," ungkap Alwi setelah pertandingan di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Senin (28/9/2026), dikutip dari Antara.

Pernyataan tersebut ia sampaikan usai menelan kekalahan pada babak semifinal kala menghadapi tunggal putra asal Thailand Kunlavut Vitidsarn.

Pebulu tangkis peringkat 10 itu menyudahi perjuangannya setelah berjuang selama 49 menit, dan membukukan skor 13-21, 15-21.

"Tentu tidak mudah untuk berjuang sampai tahap ini. Tapi saya sudah berusaha dan hasilnya seperti ini," kata Alwi menambahkan.

Dengan terhentinya Alwi di babak semifinal, maka ia mempersembahkan medali perunggu bagi Kontingen Indonesia.

Dengan tambahan tiga medali tersebut, saat ini Indonesia mengoleksi total 27 medali yang terdiri dari 2 emas, 5 perak, dan 20 perunggu.

Torehan tersebut mengantarkan tim Merah Putih untuk sementara menempati peringkat ke-15 dalam klasemen perolehan medali.

Tambahan medali Indonesia dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Senin, 28 September 2026:

BMX : Jasmine Azzahra Setyobudi (racing putri/perunggu)

Bulu tangkis : Alwi Farhan (tunggal putra/perunggu) dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (ganda putra/perunggu).

0 comments

    Leave a Reply