Asian Games 2026: Indonesia Raih Medali Perak di Cabang Esports | IVoox Indonesia

Asian Games 2026: Indonesia Raih Medali Perak di Cabang Esports

Tim nasional esports Indonesia nomor Pokemon Unite menerima medali perak
Tim nasional esports Indonesia nomor Pokemon Unite menerima medali perak pada Asian Games 2026 setelah kalah dari Jepang pada babak final di Aichi Sky Hall, Jepang, Minggu (27/9/2026). (ANTARA/Arindra Meodia)

IVOOX.id – Indonesia meraih medali perak cabang olahraga esports nomor Pokemon Unite Asian Games 2026 setelah kalah dari Jepang pada pertandingan final yang berlangsung di Aichi Sky Expo, Jepang, Minggu, 28 September 2026.

Tim Pokemon Unite Indonesia, yang diperkuat oleh Deni Ardiyanto, Marcello Hillers, Muhammad Haikal Irawan, Judha Raja Panggabean, dan Novrizal Diananta, tidak mampu menghalau lawan hingga dipaksa menyerah 1-3.

"Itu sudah bagian dari strategi kami, dari tim kami, dari pelatih kami, dari latihan kami. Jadi, kami tetap percaya penuh dengan strategi itu, mungkin kurang pada eksekusi karena Pokemon Unite itu memang sangat sengit. Makanya, gim kedua itu tim Jepang yang menang," kata pemain Indonesia Judha Raja Panggabean seusai pertandingan, dikutip dari Antara.

Judha mengatakan, "tapi, kami tetap percaya dan selanjutnya apa. Hanya saja, pada gim ketiga kami masih ketinggalan. Pada gim keempat, kami sudah nyaris dan harusnya jadi kemenangan. Tapi, kami kurang sedikit lagi eksekusinya sehingga mereka berhasil mencuri objektif terakhirnya."

Pelatih kepala timnas esports Indonesia Richard Permana menyebut medali perak yang diraih tim Pokemon UniteIndonesia telah melampaui target awal yang ditetapkan.

"Kami bersyukur, kami overachieve dari target perunggu jadi perak," ujar Richard ditemui di Aichi Sky Hall, Jepang, Minggu (27/9/2026), dikutip dari Antara.

Meskipun semula hanya menargetkan medali perunggu, performa para pemain sepanjang pertandingan membawa Indonesia melaju hingga partai final dan mengamankan posisi kedua.

Pencapaian tersebut terasa semakin spesial karena perjalanan Indonesia menuju final tidak mudah.

Pertandingan berlangsung dalam empat gim, dengan masing-masing gim berdurasi 10 menit. Kedua tim tampil ketat sejak awal pertandingan dan saling bergantian menguasai permainan.

Pada gim pertama, Indonesia sempat memimpin pada awal pertandingan. Jepang kemudian mendapatkan momentum dan mulai mengungguli tim Merah Putih dengan menjaga selisih angka.

Pertarungan semakin ketat memasuki empat menit terakhir. Jepang terus memberikan tekanan, tetapi Indonesia mampu bangkit dan memberikan perlawanan kuat hingga berhasil membalikkan keadaan. Indonesia akhirnya merebut gim pertama untuk unggul 1-0 atas Jepang.

Memasuki gim kedua, kedua tim kembali tampil berimbang dan tidak menyia-nyiakan peluang untuk mengumpulkan poin. Indonesia kembali menunjukkan dominasinya pada empat menit terakhir, tetapi Jepang mampu menghadang serangan-serangan tim Merah Putih.

Memasuki dua menit terakhir, Jepang menginisiasi pertarungan yang membuat seluruh pemain Indonesia tereliminasi. Kondisi tersebut dimanfaatkan Jepang untuk mengumpulkan poin besar dan merebut gim kedua sehingga kedudukan menjadi 1-1.

Pada gim ketiga, Indonesia kembali mengawali permainan dengan baik dan sempat unggul pada pertengahan pertandingan.

Namun, memasuki tiga menit terakhir, Jepang melakukan serangan balasan yang membuat Indonesia berada dalam tekanan.

Indonesia mencoba mengambil inisiatif serangan pada dua menit terakhir, tetapi Jepang mampu meredam tekanan tersebut. Jepang akhirnya mengambil alih gim ketiga dan berbalik unggul 2-1.

Pada gim keempat, Indonesia berusaha kembali mengendalikan permainan sejak awal. Tim Merah Putih mampu mempertahankan keunggulan hingga pertengahan gim dengan menerapkan permainan yang lebih berhati-hati.

Indonesia berusaha mengatur tempo permainan, tetapi Jepang mampu memberikan kejutan melalui serangan yang berhasil menumbangkan pemain-pemain Indonesia.

Jepang kemudian mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan dan merebut gim keempat untuk memastikan kemenangan 3-1 sekaligus meraih medali emas.

Sebelum mencapai final, Indonesia melaju ke partai puncak setelah mengalahkan Filipina 2-0 pada semifinal. Pada fase grup, Indonesia tergabung di Grup B bersama Singapura dan Hong Kong. Indonesia mengalahkan Singapura 2-1 dan Hong Kong dengan skor yang sama untuk melaju ke perempat final.

Indonesia kemudian tampil dominan dengan mengalahkan Malaysia 2-0 pada perempat final. Sementara itu, Jepang memastikan tempat di final setelah mengalahkan Korea Selatan pada semifinal.

Selain esports, peluang Indonesia untuk menambah medali masih terbuka dari sejumlah cabang yang berhasil melaju ke babak semifinal maupun perempat final.

Dari bulu tangkis, tiga wakil Indonesia memastikan tempat pada semifinal. Alwi Farhan (tunggal putra) dan pasangan (ganda putra) Leo Carnando/Daniel Marthin sama-sama meraih kemenangan 2-0 pada laga perempat final, sedangkan Fajar Alfian/Muh Shohibul Fikri melaju ke semifinal dengan kemenangan 2-1.

Peluang lain datang dari cabang bulu tangkis ganda campuran Amri Syahna­wi/Nita Violona Marwah yang juga memenangi perempat final 2-1 atas pasangan Korea Selatan dan melaju ke semifinal.

Dari cabang panahan, tim recurve putri yang diperkuat Rezza Octavia, Diananda Choirunisa, dan Fathiyya Erista Maharani berhasil melewati perempat final dengan kemenangan 5-3 atas Bangladesh dan melaju ke semifinal.

Sementara, dua wakil Indonesia dari cabang selancar juga masih memiliki peluang. Jasmine Michelle Studer dan Kya Jo Heuer sama-sama memenangkan babak ketiga nomor women's shortboard sehingga lolos ke perempat final.

Kontingen Indonesia mengoleksi 24 medali, terdiri atas dua emas, lima perak, dan 17 perunggu. Tambahan perak dari Pokemon Unite membuat Indonesia memperbesar koleksi medali perak menjadi lima.

China masih memimpin klasemen dengan 114 emas, 45 perak, dan 35 perunggu atau total 194 medali. Jepang berada di posisi kedua dengan 34 emas, 54 perak, dan 54 perunggu, disusul Korea Selatan dengan 18 emas, 22 perak, dan 38 perunggu.

Indonesia berada di bawah Chinese Taipei yang mengoleksi dua medali emas, tujuh perak, dan 19 perunggu. Di bawah Indonesia terdapat Filipina dengan dua emas, dua perak, dan tujuh perunggu.

Dengan sejumlah wakil Indonesia masih bertanding pada babak semifinal dan perempat final, peluang penambahan medali masih terbuka pada lanjutan pertandingan Asian Games 2026.

0 comments

    Leave a Reply