Asian Games 2026: Indonesia Raih Lima Medali Emas, Tempati Posisi ke-16 | IVoox Indonesia

Asian Games 2026: Indonesia Raih Lima Medali Emas, Tempati Posisi ke-16

Bendera Merah Putih dikibarkan usai lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah
Bendera Merah Putih dikibarkan usai lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas pada final kelas 75 kilogram angkat besi Asian Games 2026 di Nagoya City Trade and Industry Center, Nagoya, Aichi, Jepang, Sabtu (26/9/2026). Rahmat Erwin Abdullah meraih medali emas setelah berada di posisi pertama sekaligus memecahkan rekor dunia kelas 75 kilogram untuk total angkatan 366 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram. ANTARA FOTO/Fauzan/nym.

IVOOX.id – Kontingen Indonesia mengamankan lima medali emas pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya yang resmi ditutup pada Minggu, 4 Oktober 2026, waktu setempat.

Mengutip Antara, lima medali emas yang didapatkan Indonesia berasal dari empat cabang olahraga yakni bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan, demikian catatan Asian Games 2026.

Cabang olahraga bulu tangkis menyumbangkan dua medali emas hasil dari nomor beregu putra yang dimenangkan tim putra Indonesia dan ganda putra yang dimenangkan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Bulu tangkis menjadi cabang olahraga pertama yang sukses menyumbang medali emas bagi Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, berkat kemenangan tim beregu putra atas China dengan skor 3-2.

Sementara itu, Leo/Daniel mengamankan medali emas ganda putra setelah mengalahkan wakil China Lang Weikeng/Wang Chang pada babak final dengan skor 19-21, 21-13, 21-18, dalam pertandingan yang digelar di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Selasa, 29 September 2026, lalu.

Selanjutnya pada cabang olahraga angkat besi, Rahmat Erwin Abdullah menyumbangkan medali emas pada nomor 75kg putra di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Sabtu, 26 September 2026, lalu.

Rahmat mengamankan medali emas setelah mencatatkan angkatan snatch terbaik 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram untuk mengumpulkan total 366 kilogram.

Pada cabang olahraga panjat tebing, Desak Made Rita Kusuma Dewi berhasil menyumbangkan medali emas pada nomor speed putri Asian games Aichi-Nagoya 2026, Rabu, 30 September 2026, lalu.

Desak Made menjadi yang tercepat dalam perebutan medali emas dengan catatan waktu 6,062 detik, mengungguli atlet China Li Juan Deng yang meraih medali perak dengan catatan waktu 6,064 detik. Sementara itu, medali perunggu diraih atlet Korea Selatan Jeong Jimin dengan catatan waktu 6,18 detik.

Selanjutnya emas terakhir yang didapatkan Indonesia pada Asian Games 2026 hadir dari cabang olahraga panahan berkat kegemilangan Nurisa Dian Ashrifah pada nomor compound women's individual.

Nurisa mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor tipis 139-137. Itu menjadi medali emas pertama Indonesia pada cabang olahraga panahan sepanjang sejarah Asian Games.

Sementara itu, 11 medali perak yang didapatkan Indonesia merupakan sumbangsih dari cabang olahraga bulu tangkis, voli pantai, esports (2), padel, dayung (2), sepak takraw, menembak, selancar dan teqball.

Selanjutnya 23 medali perunggu Indonesia disumbangkan oleh cabang olahraga bulu tangkis (3), kano sprint, sepeda BMX Racing, sepeda Mountain Bike (2), karate (2), MMA, padel, sepak takraw (3), menembak, soft tennis, teqball, angkat besi dan wushu (5).

Secara keseluruhan, Indonesia menempati peringkat ke-16 klasemen akhir medali Asian Games 2026 dengan total 39 medali yang terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

Sementara itu, juara umum alias pemuncak klasemen akhir medali Asian Games 2026 ditempati oleh China yang mampu mengemas total 341 medali dengan rincian 169 emas, 89 perak, dan 83 perunggu.

Selanjutnya tuan rumah Jepang menempati peringkat kedua klasemen akhir medali Asian Games 2026 dengan total 269 medali yang terdiri atas 83 emas, 95 perak, dan 91 perunggu.

Posisi ketiga klasemen akhir medali Asian Games 2026 dihuni oleh Korea Selatan yang total mengumpulkan 150 medali dengan rincian 39 emas, 95 perak, dan 68 perunggu.

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu menyebut kontingen Merah Putih berhasil melampaui target perolehan medali yang ditetapkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

"Alhamdulillah, puji syukur. Final per hari ini, setelah kita mengetahui total medali yang dicapai dan diraih oleh Tim Indonesia sebanyak 39 medali, terdiri dari 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Tentunya ini adalah capaian yang terbaik," ujar Todotua dalam keterangan di Nagoya, Minggu (4/10/2026), dikutip dari Antara.

Raihan tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-16 klasemen akhir Asian Games Aichi-Nagoya. Posisi itu memang turun dibandingkan Asian Games Hangzhou 2022 saat Indonesia berada di peringkat ke-12 dengan tujuh emas, 11 perak, dan 18 perunggu.

Namun, Todotua menilai capaian di Aichi-Nagoya tetap patut diapresiasi karena sejumlah nomor yang sebelumnya menjadi sumber medali emas Indonesia tidak dipertandingkan pada Asian Games kali ini.

Todotua juga menyoroti kontribusi cabang olahraga yang baru menjalani debut di Asian Games, seperti teqball, padel, MMA, dan esport, yang mampu menyumbangkan medali perak dan perunggu bagi Indonesia.

Selain hasil pertandingan, Todotua mengatakan seluruh proses kerja Tim CdM selama Asian Games akan menjadi bahan evaluasi untuk perkembangan olahraga nasional.

"Selebihnya nanti kita akan laporkan ke NOC dan juga kepada Kemenpora untuk menjadi suatu review bagi dunia industri olahraga nasional kita ke depannya," kata Todotua.

Evaluasi tersebut mencakup rangkaian kerja sejak masa persiapan, keberangkatan, pendampingan atlet dan ofisial selama pertandingan, hingga kepulangan kontingen.

Kinerja Todotua dan tim CdM juga mendapat apresiasi dari Ketua PB PABSI Rosan Roeslani. Ia menilai respons cepat CdM dalam menghadapi berbagai dinamika selama Asian Games memberikan kenyamanan bagi atlet dan ofisial.

"Mereka menyampaikan bahwa CdM dan tim sangat responsif dengan semua perkembangan dan tantangan yang ada, sehingga ini juga memberikan kenyamanan untuk para atlet dan ofisial saat akan bertanding. Harus kita acungi jempol," ujar Rosan, dikutip dari Antara.

Apresiasi serupa disampaikan atlet menembak Indonesia Vidya Rafika yang menilai kehadiran langsung CdM di lapangan pertandingan menjadi bentuk perhatian terhadap perjuangan para atlet.

"CdM juga datang langsung ke lapangan tembak dan menyoroti kita sebagai atlet dan kita, sebagai atlet bahagia dan senang dengan kehadiran tersebut," ujar Vidya, dikutip dari Antara.

Atlet wushu Indonesia Thania Kusumaningtyas, peraih medali perunggu, juga menilai Todotua sebagai sosok yang ramah dan memberikan dukungan kepada atlet.

"Ramah dan support banget," ujar Thania.

0 comments

    Leave a Reply