Asbanda Sebut Tabungan Simpeda Capai Rp74,86 Triliun Per Juni 2026 | IVoox Indonesia

Asbanda Sebut Tabungan Simpeda Capai Rp74,86 Triliun Per Juni 2026

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo
Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo dalam acara Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu. (ANTARA/HO-Asbanda)

IVOOX.id – Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mencatat bahwa saldo tabungan Simpeda mencapai sekitar Rp74,86 triliun per Juni 2026, menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada bank pembangunan daerah (BPD) di seluruh Indonesia.

“Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat,” kata Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (23/8/2026), dikutip dari Antara.

Agus mengatakan dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Menurut dia, tantangan Simpeda ke depan bukan hanya memperbesar jumlah rekening maupun saldo, tetapi membuat Simpeda semakin relevan dengan perubahan perilaku masyarakat.

Nasabah kini membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman dan terkoneksi dengan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, Asbanda mendorong BPD terus meningkatkan pengalaman digital Simpeda serta memperluas pemanfaatan untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant dan berbagai layanan finansial lainnya.

“Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah," kata Agus.

Transformasi tersebut sekaligus diharapkan semakin memperkuat Simpeda sebagai salah satu sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD untuk mendukung fungsi intermediasi di daerah.

Menurut Asbanda, Simpeda memiliki kekuatan mengingat keberadaannya sebagai produk bersama 27 BPD di seluruh Indonesia. Asbanda melihat jaringan tersebut sebagai diferensiasi yang perlu semakin diperkuat.

Masing-masing BPD memiliki pemahaman, kedekatan dan jaringan yang kuat di daerahnya. Ketika kekuatan tersebut semakin terkoneksi, Simpeda berpotensi berkembang menjadi salah satu retail banking franchise nasional berbasis kekuatan daerah.

“Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," ujar Agus.

Asbanda menyatakan, pihaknya terus mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan sehingga Simpeda semakin relevan bagi berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.

Sebelumnya, Asbanda telah menyelenggarakan Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu yang diikuti oleh sekitar 30 ribu warga.

Agus mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah, tetapi hubungan BPD dengan masyarakat harus dibangun jauh melampaui program hadiah.

Menurut Asbanda, kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai wilayah Indonesia juga menciptakan aktivitas ekonomi bagi Bengkulu melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM dan berbagai layanan lokal lainnya.

Agus mengatakan bahwa hal tersebut mencerminkan filosofi yang ingin terus dibangun BPD yakni setiap kehadiran BPD harus memberikan manfaat bagi perekonomian daerah dan masyarakatnya.

“BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah,” kata Agus.

0 comments

    Leave a Reply