Arsjad Rasjid Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Jangkar Investasi Global di Tengah Ketidakpastian Dunia | IVoox Indonesia

February 8, 2026

Arsjad Rasjid Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Jangkar Investasi Global di Tengah Ketidakpastian Dunia

Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid
Ketua Dewan Pengawas IBC Arsjad Rasjid dan COO IBC William P. Sabandar dalam acara Press Conference IES 2026 di Jakarta Senin (26/1/2026). IVOOX.ID/Fahrurrazi Assyar

IVOOX.id – Ketua Dewan Pengawas Indonesian Business Council (IBC) Arsjad Rasjid mengungkapkan strategi agar Indonesia mampu menjadi pusat jangkar investasi global atau anchor for global investment di tengah ketidakpastian ekonomi dunia dan persaingan perebutan modal yang semakin ketat. Menurutnya, Indonesia perlu pendekatan yang tepat agar tetap menarik bagi investor global di tengah dinamika tersebut.

“Keadaan uncertainty di dunia ini, dan juga dengan adanya perebutan modal, membuat kita harus memikirkan bagaimana making Indonesia an anchor for global investment,” ujar Arsjad di Jakarta, Senin (26/1/2026).

Arsjad menegaskan, untuk menjadi jangkar investasi, Indonesia harus mampu bersaing dengan berbagai destinasi investasi lain yang juga agresif menarik modal global. “Kalau kita ingin Indonesia menjadi anchor, kita harus berkompetisi dengan yang lain. We want to make sure bahwa investor datang ke Indonesia,” ungkapnya.

Upaya tersebut, lanjut Arsjad, tidak terlepas dari strategi mengatasi berbagai kendala struktural yang selama ini membatasi pertumbuhan ekonomi nasional. “Ini termasuk strategi untuk mengatasi kendala struktural yang membatasi pertumbuhan,” ujarnya.

Ia kemudian mengaitkan strategi tersebut dengan pidato Presiden Prabowo Subianto dalam World Economic Forum yang dinilainya relevan dengan tantangan global saat ini. Arsjad menyoroti konsep 3C yang disampaikan Presiden, yakni certainty, capability, dan capital, sebagai fondasi utama untuk memperkuat daya tarik investasi Indonesia.

“Kalau kita bicara certainty, itu kita bicara mengenai bagaimana kepastian hukum, karena investasi akan datang bila ada kepastian hukum,” ungkap Arsjad. Menurutnya, kepastian hukum merupakan prasyarat utama agar investor merasa aman dan yakin menanamkan modalnya di Indonesia.

Selain kepastian hukum, aspek capability atau kualitas sumber daya manusia juga menjadi kunci penting. Arsjad menekankan perlunya menyiapkan SDM Indonesia agar selaras dengan perubahan teknologi dan tuntutan zaman.

“Dengan perubahan zaman dan teknologi, bagaimana membangun sumber daya manusia Indonesia supaya skill-nya cocok,” katanya.

Sementara dari sisi capital, Arsjad menjelaskan bahwa pembiayaan dapat bersumber dari modal publik maupun modal privat, baik dari investor domestik maupun internasional. Dalam konteks inilah, IBC menggagas Indonesia Economic Summit (IES) 2026 sebagai forum strategis yang mempertemukan pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, dan tokoh global.

Seperti diberitakan sebelumnya, IES 2026 akan digelar pada 3–4 Februari 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta. Forum ini bertujuan mendorong reformasi ekonomi sekaligus memperkuat pertumbuhan berkelanjutan Indonesia. “Ini yang akan kita diskusikan bagaimana supaya menjadikan Indonesia semakin menarik bagi investor global,” ujar Arsjad.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan, khususnya di Asia, dengan memanfaatkan momentum pertumbuhan regional dan tren global. Mengutip kembali pernyataan Presiden Prabowo, Arsjad menegaskan bahwa kemakmuran tidak dapat dipisahkan dari perdamaian. “Untuk mendapatkan kesejahteraan, perlu ada kedamaian. Utamanya supaya investor tenang, kedamaian di kawasan regional, terutama Asia, menjadi kunci,” katanya.

Menurut Arsjad, sebagai salah satu negara terbesar di Asia, Indonesia memiliki peran strategis dalam memperkuat stabilitas kawasan dan rantai pasok regional. Di dalam negeri, penguatan daya saing ekonomi juga perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas dan pembangunan local champions. “Kita harus memastikan pertumbuhan menciptakan lapangan kerja, dengan talenta yang relevan dan industri yang terus berkembang,” ujarnya.

0 comments

    Leave a Reply