Antrean Haji Hingga Puluhan Tahun, Perencanaan Dini Jadi Kunci bagi Calon Jemaah Indonesia | IVoox Indonesia

May 10, 2026

Antrean Haji Hingga Puluhan Tahun, Perencanaan Dini Jadi Kunci bagi Calon Jemaah Indonesia

antarafoto-pelepasan-jamaah-calon-haji-di-ciamis-1777699472-1
Calon haji berpelukan dengan kerabatnya saat pelepasan dan pemberangkatan di Gedung Islamic Centre, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2026). Petugas memberangkatkan 444 calon haji asal Kabupaten Ciamis yang tergabung dalam Kloter 15 menuju Asrama Haji Indramayu sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

IVOOX.id – Musim haji 2026 kembali dimulai dengan keberangkatan 221.000 jemaah asal Indonesia ke Tanah Suci. Namun, jumlah tersebut hanya sebagian kecil dibanding antrean nasional yang kini telah melampaui lima juta calon jemaah. Di luar angka itu, masih banyak masyarakat yang belum mendaftarkan diri untuk ibadah haji.

Berdasarkan data Kementerian Agama per Desember 2024, masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia sangat bervariasi antar daerah. Sulawesi Utara tercatat memiliki masa tunggu tercepat sekitar 17 tahun. Sebaliknya, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan antrean terlama mencapai 48 tahun dengan lebih dari 257 ribu pendaftar.

Sementara itu, Jawa Timur mencatat jumlah antrean terbesar di Indonesia, yakni lebih dari 1,1 juta calon jemaah dengan estimasi waktu tunggu sekitar 34 tahun. Di Jawa Barat, antrean mencapai sekitar 30 tahun, sedangkan DKI Jakarta berada di kisaran 28 tahun.

Kondisi tersebut membuat seseorang yang mendaftar haji pada usia 30 tahun di Jakarta diperkirakan baru bisa berangkat ketika mendekati usia 60 tahun. Bahkan penundaan beberapa tahun saja dapat memperpanjang waktu keberangkatan secara signifikan.

Group Managing Director dan CEO Muslim Pro, Nafees Khundker, menilai masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru terkait waktu ideal mempersiapkan ibadah haji. Menurutnya, banyak orang baru mulai merencanakan setelah merasa kondisi ekonomi dan kehidupan mereka benar-benar mapan.

“Padahal, dalam situasi antrean saat ini, justru langkah awal yang lebih cepat menjadi kunci. Setiap tahun penundaan berarti tambahan waktu tunggu yang sudah panjang,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Sabtu (9/5/2026).

Selama ini, ibadah haji kerap dianggap sebagai puncak perjalanan hidup yang dilakukan setelah seluruh tanggung jawab keluarga selesai. Namun, dengan kuota haji Indonesia yang tetap berada di angka 221.000 jemaah per tahun dan jumlah pendaftar yang terus meningkat, pandangan tersebut dinilai sudah tidak lagi relevan.

Pemerintah melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 saat ini berupaya meratakan masa tunggu antar provinsi menjadi sekitar 26 hingga 27 tahun. Meski demikian, durasi tersebut masih tergolong panjang bagi sebagian besar calon jemaah.

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada faktor usia. Pemerintah Arab Saudi disebut tengah mengkaji pembatasan usia jemaah hingga 90 tahun. Kondisi ini membuat banyak calon jemaah lanjut usia menghadapi ketidakpastian keberangkatan.

Fenomena menunda perencanaan haji juga terjadi di kelompok usia produktif, khususnya generasi muda berusia 25 hingga 40 tahun. Padahal, kelompok ini dikenal aktif merencanakan berbagai aspek kehidupan, termasuk keuangan dan perjalanan.

Muslim Pro mencatat sebagian besar penggunanya di Indonesia memiliki keinginan menunaikan ibadah haji maupun umrah, tetapi belum memiliki rencana yang jelas untuk memulainya. Meski begitu, tren umrah di kalangan generasi muda mulai meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi sebagian besar calon jemaah, tantangan terbesar bukan pada niat, melainkan keberanian untuk memulai langkah awal. Tanpa melakukan setoran awal dan memperoleh nomor porsi, seseorang tidak akan masuk ke daftar antrean keberangkatan.

Mayoritas jemaah yang berangkat pada musim haji tahun ini diketahui telah mendaftarkan diri sejak sebelum 2015. Keputusan mereka untuk memulai lebih cepat menjadi faktor utama yang memungkinkan keberangkatan saat ini.

“Antrean haji sudah berjalan sejak lama. Pertanyaannya sekarang, kapan kita mulai masuk ke dalamnya,” kata Nafees.

0 comments

    Leave a Reply