Angkatan Laut China dan TNI AL Berencana Gelar Latihan Bersama di Dekat Perairan Timur Taiwan

IVOOX.id – Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) berencana menggelar latihan navigasi bersama di perairan sebelah timur Pulau Taiwan.
“Pada pertengahan Agustus, kapal Angkatan Laut China Honghe akan bersama kapal fregat Angkatan Laut Indonesia menggelar latihan navigasi di perairan sebelah timur Pulau Taiwan,” demikian disebutkan dalam laman Kementerian Pertahanan China, Rabu (12/8/2026), dikutip dari Antara.
Perairan sebelah timur Taiwan berada di sisi timur Pulau Taiwan, menghadap Samudra Pasifik dan Laut Filipina, sehingga lokasi tersebut bukan berada di sekitar Indonesia atau Laut China Selatan.
“Latihan tersebut akan berfokus pada sejumlah materi, antara lain latihan komunikasi dan pengisian ulang perbekalan di laut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan operasi bersama angkatan laut kedua negara, memperdalam kerja sama pragmatis kedua pihak, serta bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan,” demikian disebutkan dalam pernyataan tersebut.
Latihan tersebut dilakukan tidak lama setelah Departemen Luar Negeri Filipina mengumumkan bahwa Filipina telah menyerahkan peta laut resmi mengenai garis pangkal normal serta cakupan geografis kewenangan dan yurisdiksinya atas Scarborough Shoal kepada PBB pada 29 Juli 2026.
Langkah tersebut, menurut Filipina, bertujuan memperkuat transparansi dan kepastian hukum atas hak-hak maritim negara tersebut.
Scarborough Shoal, atau Bajo de Masinloc menurut Filipina dan Huangyan Dao menurut China, juga dikenal sebagai Beting Scarborough. Formasi terumbu karang berbentuk lingkaran itu terletak sekitar 230 kilometer dari Filipina dan 1.000 kilometer dari Pulau Hainan, China.
Namun, juru bicara Kementerian Pertahanan China, Kolonel Senior Chen Xi, pada Jumat, 7 Agustus 2026, mengatakan Pulau Huangyan merupakan wilayah yang secara inheren merupakan bagian dari China.
“China secara terus-menerus, damai, dan efektif menjalankan kedaulatan serta yurisdiksi terhadap Pulau Huangyan dan merupakan satu-satunya negara yang memiliki hak untuk menetapkan garis pangkal laut teritorial Pulau Huangyan berdasarkan hukum internasional,” kata Chen Xi dalam laman Kementerian Pertahanan China, dikutip dari Antara.
Menurut Chen Xi, tindakan Filipina menyerahkan peta laut kepada PBB secara serius melanggar kedaulatan teritorial China, hukum internasional, serta norma-norma dasar hubungan internasional.
“Tindakan tersebut ilegal dan tidak memiliki keabsahan. Kegiatan latihan yang diselenggarakan China merupakan peringatan keras terhadap tindakan pelanggaran hak dan provokasi Filipina, sekaligus merupakan langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan serta hak dan kepentingan China atas Pulau Huangyan,” tambah Chen Xi.
Chen Xi menegaskan bahwa latihan militer di sekitar Pulau Huangyan sepenuhnya dapat dibenarkan dan sah.
“Perlu ditegaskan bahwa sejak memperoleh kemerdekaan pada 1946 hingga sekarang, Filipina berulang kali menggunakan hukum internasional sebagai dalih untuk, melalui legislasi domestik, memperluas klaim wilayah teritorial dan wilayah laut yang berada di bawah yurisdiksinya,” ungkap Chen Xi.
Latihan di perairan timur Taiwan itu juga dilakukan tidak lama setelah Gugus Kapal 83 Angkatan Laut PLA melakukan kunjungan persahabatan ke Surabaya, Jawa Timur, pada 2-6 Agustus 2026.
Selama kunjungan di Indonesia, Gugus Kapal 83 melakukan kunjungan kehormatan kepada para pemimpin militer dan pemerintahan Indonesia. Para kadet dan personel militer PLA juga mengunjungi Akademi Angkatan Laut Indonesia untuk mengikuti pertandingan olahraga persahabatan serta mengadakan kegiatan salon budaya bersama para kadet Angkatan Laut Indonesia.
Selain itu, selama kapal Angkatan Laut PLA bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak, masyarakat Indonesia, warga negara China di Indonesia, serta perwakilan militer Indonesia dapat naik ke kapal layar latih Qijiguang.
Sementara itu, para kadet Angkatan Laut China juga dapat mengunjungi kapal layar latih KRI Bima Suci, yang telah tiga kali mengunjungi China, yakni pada 2019, 2024, dan Mei 2026.


0 comments