Ana/Trias, Sabar/Reza, dan Alwi Farhan Wakili Indonesia di Partai Final Australia Open 2026 | IVoox Indonesia

June 19, 2026

Ana/Trias, Sabar/Reza, dan Alwi Farhan Wakili Indonesia di Partai Final Australia Open 2026

Sabar Karyaman Gutama (kanan) dan Moh Reza Pahlevi Isfahani (kiri)
Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama (kanan) dan Moh Reza Pahlevi Isfahani (kiri) mengembalikan kok ke arah ganda putra Amerika Serikat Zhi Yi Chen dan Presley Smith pada babak 32 besar Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/bar (ANTARA FOTO/FAUZAN)

IVOOX.id – Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani, serta tunggal putra Alwi Farhan berhasil menyegel tiket partai final BWF World Tour 300 Australian Open 2026. 

Ana/Trias memastikan langkah mereka ke final Australian Open 2026 setelah mengatasi perlawanan ganda Taiwan Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun lewat rubber gim 15-21, 21-14, 21-10 dalam semifinal turnamen level BWF World Tour Super 500 itu di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Sabtu, 13 Juni 2026.

"Pasti senang bisa kembali ke final di sini, tapi masih belum selesai. Masih ada besok, jadi kami harus lebih semangat dan mengeluarkan seluruh tenaga," ujar Trias dalam pernyataan PBSI, dikutip dari Antara.

Ana menilai bahwa ganda Taiwan bermain sangat baik di hari ini karena bisa menyiapkan pola yang cukup merepotkan ia dan Trias.

"Mereka belajar dari pertemuan pertama dan mereka sudah siap dengan polanya hari ini, di gim pertama kami terbawa ritme dan tempo mereka. Setelah itu kami bisa menemukan cara yang tepat untuk bangkit," kata Ana, dikutip dari Antara.

Sementara pasangan ganda putri Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang menjadi unggulan kelima ganda putri, gagal mempertahankan gelar juara Australian Open setelah terhenti di babak semifinal edisi 2026 turnamen level BWF World Tour Super 500 tersebut.

Rachel/Febi sempat memaksa memaksakan rubber gim unggulan pertama asal China Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian, sebelum dipaksa mengaku keunggulan lawannya 16-21, 22-20, 16-21 di Quaycentre, Sydney, Sabtu, 13 Juni 2026.

"Pastinya belum puas tapi harus diterima dengan hasil ini. Kedepannya kami coba buat lebih baik lagi," ungkap Rachel dalam keterangan PBSI, dikutip dari Antara.

Rachel menilai bahwa permainannya di gim pertama kali ini terlalu terburu-buru dan kurang tenang ketika menghadapi skema bertahan.

Ia dan Febi berusaha memperbaiki hal itu pada gim kedua dan cukup berhasil tampil lebih demi mengatur ritme dan menentukan penempatan bola yang lebih baik. "Sayang di gim ketiga ada hilang fokus sedikit dan banyak kesalahan sendiri," ujar Rachel.

Febi juga menilai bahwa skema pertahanannya kali ini masih begitu ceroboh dan terburu-buru dibandingkan dengan ketika bertemu Jia/Zhang di Kejuaraan Asia Bulu Tangkis (Badminton Asia Championships/BAC) 2026.

"Saat menang di BAC lalu, kami bisa tenang defense-nya, tenang mengatur polanya, tidak buru-buru main balik serang. Sedikit berbeda dengan hari ini," kata Febi , dikutip dari Antara

Kekalahan Rachel/Febi membuat "All-Indonesian Final" batal terulang di sektor ganda putri yang sempat terjadi pada Australian Open 2025.

Pasangan ganda putra Indonesia Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani juga berhasil menyegel tiket partai Australian Open 2026 seusai menyisihkan wakil Taiwan Chen Cheng Kuan/Liu Kuang Heng di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Sabtu, 13 Juni 2026.

Sabar/Reza sukses mengakhiri perlawanan sengit Chen/Liu lewat rubber gim 21-18, 19-21, 23-21.

"Pastinya senang banget bisa masuk final pertama di tahun ini setelah hasil-hasil yang kurang baik," kata Reza dalam keterangan PBSI, dikutip dari Antara.

Menatap laga final turnamen BWF pertamanya di tahun ini, Sabar mengatakan akan fokus dalam pemulihan fisik dan berharap bisa menerapkan pola permainan yang sesuai nantinya. Ia mengaku kesulitan menghadapi pola permainan Chen/Liu di babak semifinal kali ini. Terlebih pertandingan yang berjalan rubber gim sangatlah menguras stamina dari Sabar/Reza.

"Benar-benar pertandingan yang ketat tadi, benar-benar capek banget, pikiran capek, badan capek. Tapi bersyukur kami dikasih rejeki buat ke final. Mudah-mudahan besok di final bisa memberikan yang terbaik," ujar Sabar, dikutip dari Antara.

Di babak final nantinya, Sabar/Reza akan bersua ganda China Chen Boyang/Liu Yi.

Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan juga berhasil mengunci tiket final Australian Open 2026 setelah menang lawan wakil Hong Kong Jason Gunawan di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Sabtu, 13 Juni 2026.

Alwi sempat menerima perlawanan sengit dari Jason dan dipaksa melakoni rubber gim, tapi mengunci kemenangan cukup mudah pada gim ketiga dan melenggang ke final berkat skor akhir 21-11, 17-21, 21-9.

“Harapannya semoga bisa All-Indonesian Final, dan besok insyaallah saya bisa juara,” ujar Alwi dalam keterangan PBSI, dikutip dari Antara.

Namun harapannya kandas setelah rekannya di Pelatnas PBSI Cipayung, Mohammad Zaki Ubaidillah, mengakui ketangguhan wakil China Dong Tian Yao lewat rubber gim 19-21, 21-9, 18-21 dalam laga semifinal Australian Open 2026 di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Sabtu, 13 Juni 2026.

"Pertandingan hari ini cukup ketat, saya tetap bersyukur walaupun hasilnya belum memuaskan. Tadi saya sudah coba yang terbaik, ya mungkin belum rezeki," ujar Ubed dalam keterangan PBSI, dikutip dari Antara.

Ubed menilai Dong mampu bermain lebih baik sepanjang pertandingan, khususnya di gim penentu lewat keberhasilan tunggal putra China itu mengubah skema serangan dengan mengandalkan tempo yang lebih cepat.

Meski tersingkir, Ubed mengaku puas karena mampu melaju cukup jauh di turnamen BWF Super 500.

0 comments

    Leave a Reply