Amerika dan Israel Serang Iran | IVoox Indonesia

3 Maret 2026

Amerika dan Israel Serang Iran

Serangan Israel dibantu AS ke Iran
Serangan Israel dibantu AS ke Iran, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA/X)

IVOOX.id – Presiden AS Donald Trump mengumumkan militer AS telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran untuk membela rakyat Amerika dengan melenyapkan ancaman langsung dari rezim Iran.

“Aktivitas mengancam mereka secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan kami di luar negeri, dan sekutu kami di seluruh dunia,” kata Trump dalam video yang diunggah ke media sosial Truth Social, Sabtu (28/2/2026).

Menurut Trump, Operasi Midnight Hammer pada Juni lalu, AS telah menghancurkan program nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan, dan memperingatkan Iran untuk tidak melanjutkan pengembangan senjata nuklir.

Trump mengeklaim bahwa Iran berupaya membangun kembali program nuklir dan terus mengembangkan rudal jarak jauh yang dapat mengancam mitra dan sekutu di Eropa, pasukan AS yang ditempatkan di luar negeri, dan mengeklaim rudal itu dapat mencapai wilayah AS.

“Karena alasan ini, militer Amerika Serikat telah melakukan operasi besar-besaran dan berkelanjutan untuk mencegah kediktatoran radikal yang sangat jahat ini mengancam Amerika dan kepentingan keamanan nasional inti kita. Kita akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka,” kata Trump.

“Dan kita akan memastikan bahwa Iran tidak memperoleh senjata nuklir. Ini adalah pesan yang sangat sederhana. Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” tambahnya.

Pernyataan video terpisah dirilis oleh kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, yang mengisyaratkan dukungan terhadap upaya perubahan pemerintahan di Tehran.

Israel meluncurkan serangan “preemtif” terhadap Iran dan menetapkan status darurat di seluruh wilayahnya, kata Kementerian Pertahanan Israel, Sabtu, 28 Februari 2026.

“Israel meluncurkan serangan preemtif terhadap Iran untuk menghilangkan ancaman terhadap negara,” kata kementerian tersebut dalam siaran pers, dikutip dari Antara.

Sehubungan dengan itu, Israel memperkirakan akan terjadi serangan balasan dengan menggunakan rudal dan drone, tambah kementerian tersebut.

“Sesuai dengan kewenangannya dan berdasarkan Undang-Undang Pertahanan Sipil, Kepala Pertahanan Israel Katz menandatangani perintah khusus yang menyatakan keadaan darurat di seluruh Israel,” demikian pernyataan kementerian itu.

Sementara itu, pada hari yang sama, sirene serangan udara berbunyi di Tel Aviv untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, dan orang-orang diperintahkan untuk berlindung di tempat perlindungan, lapor seorang koresponden RIA Novosti.

Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel mengirimkan pesan kepada semua orang di negara itu, mendesak semua orang untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan mengingat situasi keamanan saat ini.

Sementara sekitar tujuh roket menghantam Teheran di dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan Istana Presiden, menurut laporan kantor berita Fars, Sabtu, 28 Februari 2026.

Kantor berita Mehr kemudian melaporkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian tidak terluka dalam serangan tersebut.

Pada hari yang sama, sejumlah apartemen tempat tinggal warga dilaporkan hancur akibat serangan rudal di beberapa distrik pusat di Teheran, menurut laporan saluran televisi Iran SNN, Sabtu.

Dua ledakan lagi mengguncang ibu kota Iran, menurut laporan kantor berita Iran, Tasnim.

Sejumlah ledakan juga terjadi di kota pelabuhan Chabahar, yang terletak di provinsi Sistan dan Baluchestan, Iran bagian tenggara, menurut laporan kantor berita Mehr.

Sedikitnya 40 orang, termasuk para pelajar, tewas dan 48 lainnya terluka setelah serangan Israel menyasar sekolah dasar khusus perempuan di kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, media Iran melaporkan, Sabtu, 28 Februari 2026.

Mengutip seorang pejabat provinsi, media penyiaran Iran IRIB melaporkan bahwa sekolah tersebut terkena serangan pada Sabtu pagi hari.

Akibat serbuan tersebut, rincian lebih lanjut belum segera diperoleh .

Iran menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan, dan berjanji akan merespons, serta melancarkan serangan balasan.

Menghadapi serangan tersebut, Iran mengancam membalas dalam beberapa jam.

"Respons balasan kami akan dilancarkan dalam beberapa jam ke depan," kata perwakilan komando Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) kepada RIA Novosti pada Sabtu (28/2/2026), dikutip dari Antara.

Perwakilan IRGC menambahkan bahwa Israel "salah perhitungan" dengan menyerang Iran.

Dengan mengutip pernyataan Kementerian Pendidikan Iran, Kantor berita ISNA melaporkan bahwa sekolah-sekolah di Iran telah ditutup atau untuk sementara beralih ke pembelajaran daring di tengah serangan AS dan Israel.

0 comments

    Leave a Reply