Allegri : Juventus Belum Mati di Liga Champions

IVOOX.id, Madrid – Langkah Cristiano Ronaldo bersama Juventus di Liga Champion terancam terhenti setelah Atletico Madrid menang 2-0 pada laga leg pertama babak 16 besar di Wanda Metropolitano, Kamis (21/2) dini hari WIB.
Ronaldo kembali ke ibu kota Spanyol, tempat dia menikmati kesuksesan sebelumnya di Liga Champions bersama Real Madrid. Namun, kembalinya ke Madrid tak berjalan mulus setelah Atletico merayakan kemenangan usai peluit akhir ketika gol dari Jose Gimenez dan Diego Godin menempatkan Atletico di depan menuju perempat final.
“Untungnya kami tidak kebobolan gol ketiga,” ujar pelatih Juventus Massimiliano Allegri. “Karena 2-0 adalah hasil yang dapat dibalik. Kami belum mati,” sambungnya.
Hasil itu adalah kemenangan yang pantas diraih oleh tim asuhan Simeone. Upaya Antoine Griezmann membentur mistar gawang sementara VAR dua kali digunakan dengan benar untuk mendukung Juve. VAR membatalkan penalti karena pelanggaran terhadap Diego Costa dan kemudian menganulir gol sundulan Alvaro Morata.
Sementara Juventus berupaya bermain aman, Atletico tampil lebih berani. Simeone memainkan Morata, Thomas Lemar dan Angel Correa dan keberaniannya terbayar.
Juve tentu saja belum mati dan tersingkir, terutama mengingat Costa dan Thomas Partey keduanya akan dilarang bertanding di Turin setelah masing-masing menerima kartu kuning. Tetapi kegagalan mencetak gol tandang tidak menjadi pertanda baik bagi harapan untuk bangkit.
“Mereka tidak memberi kami kesempatan. Mereka membuat kami bermain dengan buruk,” jelas Allegri.
Atletico telah termotivasi untuk terus melaju karena laga final akan dimainkan di stadion mereka, pada tanggal 1 Juni. Jika berhasil melaju ke partai puncak, itu adalah kesempatan sempurna untuk merebut trofi dari Real.
“Kami belum selesai,” ujar pelatih Atletico Diego Simeone. “Ada pertandingan lain untuk dimainkan dan kami tahu kami harus berjuang keras,” sambungnya.
Juventus, yang penantian untuk trofi kompetisi antar klub tertinggi Eropa kini memasuki tahun ke-23, memiliki harapan lebih tinggi dari sebelumnya, karena memiliki pemain paling produktif di Liga Champions. (luthfi ardi)

0 comments