Akademisi UI Soroti Strategi Pemerintah Terkait Inflasi Akibat Lonjakan Harga Pangan | IVoox Indonesia

May 12, 2025

Akademisi UI Soroti Strategi Pemerintah Terkait Inflasi Akibat Lonjakan Harga Pangan

antarafoto inflasi 2023-030124-ies-6
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta, Rabu (3/1/2024). Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan inflasi sepanjang tahun 2023 merupakan yang terendah dalam 20 tahun terakhir yakni mencapai 2,61 persen secara year on year (YoY) yang dipicu menurunnya komponen inti seperti harga pangan mulai dari Januari sampai Desember 2023. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

IVOOX.id - Tantangan inflasi kembali menjadi sorotan utama dalam pembahasan ekonomi Indonesia, khususnya dengan lonjakan inflasi umum yang mencapai 2,75 persen (y.o.y) pada bulan Februari 2024, meningkat dari 2,57 persen (y.o.y) pada bulan sebelumnya. Faktor utama yang menyebabkan kenaikan tersebut adalah harga bahan pangan yang terus meningkat. 

Menurut analisis dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky, tren inflasi yang meningkat secara signifikan ini menunjukkan adanya tantangan serius dalam mengendalikan harga pangan dan menjaga stabilitas ekonomi.

Riefky menjelaskan bahwa meningkatnya intensitas fenomena alam seperti El-Nino telah mengganggu pasokan komoditas pangan, khususnya beras.

"Gangguan dalam musim panen akibat El-Nino dan peningkatan permintaan menjelang bulan Ramadhan telah menjadi pemicu utama dari kenaikan harga pangan," ujarnya kepada IVOOX, Jumat (22/3/2024).

Data inflasi menunjukkan bahwa inflasi pangan melonjak menjadi 6,73 persen (y.o.y) pada bulan Februari 2024, dari 5,84 persen (y.o.y) di bulan sebelumnya.

Selain itu, inflasi pada kelompok harga bergejolak juga mencapai titik tertinggi sejak Oktober 2022, mencapai 8,47 persen (y.o.y) pada bulan Februari 2024.

Meskipun pemerintah telah melakukan langkah-langkah pengendalian inflasi, seperti Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Riefky menyoroti perlunya strategi jangka panjang.

"Perubahan iklim yang meningkatkan risiko El-Nino di masa mendatang memerlukan kebijakan konkret untuk memastikan ketahanan pangan," katanya.

Dengan demikian, pengendalian harga pangan menjadi isu yang mendesak dalam menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi di Indonesia.

Langkah-langkah jangka pendek telah diambil, tetapi strategi jangka panjang yang komprehensif tetap diperlukan untuk mengatasi tantangan ini.

0 comments

    Leave a Reply