AHY Titip Salam untuk Megawati di Puncak Perayaan HUT Ke-25 Demokrat | IVoox Indonesia

AHY Titip Salam untuk Megawati di Puncak Perayaan HUT Ke-25 Demokrat

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono saat berpidato di HUT Ke-25 Partai Demokrat di Jakarta, Rabu (9/9/2026). (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

IVOOX.id – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono menitipkan salam kepada Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menyambut kehadiran Ketua DPR RI Puan Maharani dalam puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-25 Partai Demokrat.

Dalam pembukaan acara yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu, 9 September 2026, malam, AHY sapaan akrabnya, menyambut satu per satu perwakilan partai politik. Adapun, kehadiran Puan juga mewakili PDI Perjuangan.

"Ibu Puan Maharani, terima kasih. Mohon sampaikan salam hormat kami untuk Ibu Megawati Soekarnoputri, Presiden Republik Indonesia yang kelima," kata AHY, dikutip dari Antara.

Pada acara tersebut, tidak semua ketua umum partai politik koalisi pemerintah hadir. Mereka pun diwakili oleh para petinggi partai yang di antaranya juga menjadi menteri Kabinet Merah Putih.

Adapun, Ketua Umum Partai Golkar diwakili Meutya Hafid, Ketua Umum Partai Amanat Nasional diwakili Eko Patrio, Ketua Umum NasDem diwakili Sulaiman Hamzah, Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera diwakili Muhammad Kholid, dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa diwakili Hasanuddin Wahid.

Sedangkan para ketua umum yang hadir yakni Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Mardioni, Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Prima Agus Jabo.

Dia mengatakan partai politik yang hadir mencerminkan bahwa politik Indonesia memiliki beragam warna. Namun, ketika menyangkut kepentingan bangsa, menurut dia, berbagai warna itu harus menyatu, yakni warna Merah Putih.

"Dan saya kira Bapak Presiden adalah orang yang sangat ahli untuk membuat semua warna itu untuk bisa duduk bersama," kata AHY merujuk pada Presiden Prabowo Subianto yang turut hadir di acara tersebut.

AHY menyampaikan bahwa politik boleh bersifat kompetitif, tetapi jangan sampai politik membuat kehilangan persahabatan.

Indonesia, kata dia, memiliki berbagai partai politik yang berwarna-warni. Menurut dia, sikap demokrasi bukan hanya tentang pemilu, tetapi juga bagaimana demokrasi bisa dijaga dengan menghormati berbagai perbedaan.

"Politik boleh kompetitif, tetapi jangan kehilangan persahabatan. Demokrasi boleh dinamis, tetapi jangan kehilangan rasa saling menghormati," ujarnya.

Meski berbeda-beda, menurut dia, para partai politik harus terus menjaga persaudaraan dan tetap mampu bekerja bersama setelah kompetisi berakhir. Dia pun meyakini bahwa Presiden Prabowo merupakan orang yang ahli untuk membuat semua warna-warni politik bisa duduk bersama.

"Itulah indahnya Indonesia. Kita boleh berbeda warna, kita boleh berkompetisi, tetapi ketika menyangkut kepentingan bangsa dan negara yang harus kita lihat hanya ada satu warna, yaitu merah putih," ujarnya.

Dia mengatakan Partai Demokrat kini sudah berusia 25 tahun. Selama berdiri, kata dia, Demokrat pernah menang, kalah, berada di pemerintahan hingga di luar pemerintahan.

Perjalanan itu, menurut dia, mengajarkan bahwa politik bukan sekadar tentang kompetisi dan kekuasaan saja, melainkan tentang kepercayaan rakyat yang harus dijawab dengan kerja dan pengabdian.

"Karena itu, kami juga terus mengawal dan ingin terus memastikan berbagai program pemerintah untuk menjawab kebutuhan rakyat," ucap AHY.

0 comments

    Leave a Reply