AHY Minta Maskapai Beri Pelayanan Terbaik bagi Penumpang Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

IVOOX.id – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meminta seluruh pihak terkait memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang terdampak gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
AHY mengatakan, keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas pemerintah. Namun, perhatian juga perlu diberikan kepada para penumpang yang terdampak penutupan sementara sejumlah bandara akibat kondisi tersebut.
Menurut AHY, maskapai harus terbuka dalam menyampaikan informasi kepada penumpang, terutama mengenai perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan. Transparansi dinilai penting agar masyarakat mengetahui kondisi penerbangan secara jelas.
“Prinsipnya adalah penumpang juga harus terus diberikan penjelasan, informasi yang akurat. Maskapai tidak boleh tidak terbuka. Walaupun ini force majeure, kita ingin mendorong agar maskapai juga bisa memberikan pelayanan yang baik,” ujar Menko AHY dalam keterangan resmi Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sekitar 150 ribu penumpang terdampak gangguan operasional penerbangan. Jumlah tersebut berasal dari 467 penerbangan yang mengalami dampak, dengan rincian 409 penerbangan domestik dan 58 penerbangan internasional.
AHY juga meminta proses pengembalian tiket atau refund bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan dapat dilakukan secara mudah. Pemerintah, kata dia, terus memantau penanganan terhadap penumpang sekaligus mendengarkan penjelasan teknis dari otoritas terkait.
“Termasuk bagaimana kalau refund karena tidak bisa terbang, ya harus bisa mudah untuk diberikan ganti rugi. Kemudian yang lain-lain kita terus amati dan kita terus dengarkan penjelasan dari pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk menjelaskan secara teknis,” kata Menko AHY.
Untuk menjaga mobilitas masyarakat, Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang tidak terdampak sebaran abu vulkanik. Bandara tersebut antara lain Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Yogyakarta, dan Bandara Juanda Surabaya.
AHY menilai penggunaan bandara alternatif perlu diikuti dengan kesiapan moda transportasi lainnya. Transportasi darat, termasuk kereta api, harus dipersiapkan untuk membantu penumpang yang mendarat di bandara alternatif sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya.
“Mode transportasi darat tentunya ini yang harus disiapkan, kereta, yang kita juga harus dorong agar memudahkan para penumpang yang seharusnya langsung landing di Jakarta tetapi harus mungkin berhenti di Kertajati, misalnya, untuk bisa datang ke Jakarta,” ujarnya.
Selain transportasi darat, AHY meminta aspek keselamatan juga menjadi perhatian dalam layanan transportasi laut. Kegiatan penyeberangan harus tetap memperhatikan kondisi lingkungan serta potensi dampaknya terhadap kesehatan penumpang.


0 comments