AHA Commerce Ekspansi ke Thailand, Bawa Model Pengelolaan E-Commerce Berbasis Data | IVoox Indonesia

August 14, 2026

AHA Commerce Ekspansi ke Thailand, Bawa Model Pengelolaan E-Commerce Berbasis Data

Chief Executive Officer AHA Commerce Stephen Lawrence
Chief Executive Officer AHA Commerce Stephen Lawrence (kiri) bersama Chief Business Officer sekaligus Co-Founder AHA Commerce Andre Chouw (kanan). AHA Commerce resmi memperluas operasinya ke Thailand sebagai langkah perusahaan membawa kapabilitas pengelolaan bisnis digital berbasis data ke pasar Asia Tenggara. IVOOX.ID/doc AHA Commerce

IVOOX.id – AHA Commerce, perusahaan asal Indonesia yang menyediakan layanan pengelolaan e-commerce terintegrasi, memperluas operasionalnya ke Thailand. Ekspansi tersebut menjadi langkah baru bagi perusahaan untuk membawa pengalaman dan kapabilitas pengelolaan bisnis digital berbasis data ke pasar Asia Tenggara.

Langkah ekspansi didukung pengalaman AHA Commerce dalam membangun sistem, proses, dan teknologi untuk membantu brand mengembangkan bisnis di berbagai platform marketplace. Hingga saat ini, perusahaan telah dipercaya mengelola lebih dari 280 brand dengan dukungan lebih dari 220 tenaga ahli.

Dalam 12 bulan terakhir, AHA Commerce menangani lebih dari 8,1 juta pesanan dengan total omzet kelolaan mencapai lebih dari Rp453 miliar. Capaian tersebut menjadi modal perusahaan untuk membawa model bisnis yang dikembangkan di Indonesia ke pasar regional.

AHA Commerce mulai mengelola toko online pertamanya di Thailand pada September 2025. Saat itu, perusahaan ditunjuk menangani operasional marketplace Thailand milik sebuah brand yang telah beroperasi di negara tersebut. Setelah dikelola AHA Commerce, brand tersebut mencatatkan pertumbuhan omzet sebesar 221 persen.

Kini, AHA Commerce Thailand telah memiliki badan usaha resmi, kantor operasional, serta tim lokal yang seluruhnya direkrut dari Thailand. Operasional dilakukan dengan model hybrid melalui kolaborasi tim Thailand dan Indonesia.

Chief Executive Officer AHA Commerce Stephen Lawrence mengatakan ekspansi tersebut bukan sekadar upaya memperluas pasar, melainkan pembuktian bahwa sistem yang dibangun di Indonesia dapat diterapkan di pasar regional.

“Lebih dari satu dekade kami telah membangun fondasi bisnis melalui pembelajaran yang panjang dan mengembangkan sistem serta kapabilitas pengelolaan e-commerce di Indonesia. Ketika sistem tersebut terbukti mampu menghasilkan pertumbuhan yang konsisten bagi brand di Indonesia, kami melihat peluang untuk membawa pendekatan yang sama ke pasar regional. Thailand menjadi langkah awal kami dalam mewujudkan visi tersebut,” ujar Stephen dalam keterangan resmi yang diterima Ivoox.id Kamis (13/8/2026).

Adaptasi dengan Pasar Thailand

Pada tahap awal, layanan AHA Commerce di Thailand berfokus pada pengelolaan toko online bagi brand lokal. Sistem yang digunakan mengadopsi pengalaman operasional di Indonesia, namun disesuaikan dengan karakter konsumen, dinamika marketplace, dan strategi promosi di Thailand.

Chief Business Officer sekaligus Co-Founder AHA Commerce Andre Chouw mengatakan keberadaan tim lokal menjadi faktor penting dalam proses adaptasi.

“Kami tidak datang ke Thailand hanya dengan pengalaman operasional, tetapi membawa sistem yang telah dibangun dan diuji selama bertahun-tahun. Tentu implementasinya tetap disesuaikan dengan perilaku konsumen, karakter marketplace, serta kebutuhan masing-masing brand di Thailand. Prinsipnya sama, namun eksekusinya harus relevan dengan kondisi pasar lokal,” kata Andre.

AHA Commerce juga membawa sistem AI Marketing AHABOT™ yang dikembangkan berdasarkan pengalaman mengelola ratusan toko online. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu pengambilan keputusan, mulai dari pemilihan produk, kampanye, hingga penentuan diskon berdasarkan data.

Pendekatan tersebut turut menjadi dasar penerapan skema garansi yang ditawarkan AHA Commerce. Perusahaan menjamin peningkatan omzet minimal 20 persen dibandingkan rata-rata enam bulan sebelumnya. Apabila target tidak tercapai dengan asumsi struktur harga pokok penjualan yang berlaku, klien dibebaskan dari biaya komisi.

“Kami percaya skema itu hanya bisa diberikan ketika perusahaan memiliki sistem yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Jadi garansi itu mencerminkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang berorientasi pada hasil dan dapat dievaluasi secara transparan. Fokus kami bukan sekadar meningkatkan penjualan dalam jangka pendek, tetapi membantu brand membangun pertumbuhan omzet dan profitabilitas yang berkelanjutan,” ujar Andre.

Ke depan, AHA Commerce akan memperkuat operasional di Thailand melalui pengembangan tim lokal, penyempurnaan sistem, serta akuisisi brand lokal yang membutuhkan dukungan dalam mengembangkan bisnis melalui berbagai platform e-commerce.

0 comments

    Leave a Reply