Agung Podomoro Land Catat Pendapatan Kuartal I 2026 Capai Rp2,9 Triliun | IVoox Indonesia

May 1, 2026

Agung Podomoro Land Catat Pendapatan Kuartal I 2026 Capai Rp2,9 Triliun

antarafoto-kebijakan-baru-slik-kredit-rumah-subsidi-1776160174-1
Foto udara suasana salah satu perumahan subsidi di Walantaka, Kota Serang, Banten, Selasa (14/4/2026). Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan strategis yang memperbolehkan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan catatan kredit di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) maksimal Rp1 juta untuk mengajukan kredit rumah subsidi yang ditargetkan mulai berlaku paling lambat akhir Juni 2026 sebagai upaya percepatan untuk mendukung program prioritas pemerintah dalam pembangunan tiga juta rumah. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas

IVOOX.id – PT Agung Podomoro Land Tbk menutup kuartal I 2026 dengan kinerja yang menguat signifikan. Penjualan dan pendapatan usaha tercatat mencapai Rp2,9 triliun, melonjak 232 persen dibandingkan Rp874,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Perseroan juga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp513,8 miliar, berbalik dari posisi rugi Rp55,6 miliar pada kuartal I 2025. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan strategi bisnis perusahaan, terutama melalui monetisasi aset bernilai tinggi.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama pendorong kinerja adalah divestasi Deli Park Mall Medan yang dilakukan pada awal tahun.

“Kami bersyukur aset–aset yang dibangun APLN memberikan nilai yang tinggi, sehingga dihargai premium oleh para investor. Divestasi Deli Park Mall Medan kepada investor Jepang menjadi bukti bahwa properti yang dibangun APLN nilainya terus meningkat,” kata Justini melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/4/2026).

Dari sisi operasional, APLN mencatat pengakuan penjualan sebesar Rp2,6 triliun, tumbuh 360 persen dibandingkan Rp574,4 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, pendapatan berulang (recurring income) tercatat sebesar Rp260,2 miliar, turun 13 persen dari Rp300,1 miliar, seiring perubahan komposisi pendapatan akibat divestasi aset.

Justini menegaskan bahwa strategi monetisasi aset telah menjadi bagian penting dari arah bisnis perusahaan sejak beberapa tahun terakhir. “Capaian ini merupakan bukti nyata dari konsistensi kami dalam menjalankan strategi yang terukur, baik melalui optimalisasi portofolio aset maupun penguatan kinerja operasional. Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga memastikan fundamental bisnis tetap kuat untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata Justini.

Ke depan, APLN akan menjaga momentum pertumbuhan melalui kombinasi pengembangan proyek baru, optimalisasi aset eksisting, serta penguatan pendapatan berulang.

“Kami terus mengambil inisiatif-inisiatif baru untuk meningkatkan penjualan properti dari proyek-proyek unggulan. Dengan portofolio proyek yang kuat, pengalaman panjang di industri, serta strategi yang solid, adaptif dan terukur kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif ini sampai akhir tahun,” ujar Justini.

0 comments

    Leave a Reply