Agung Podomoro Land Bukukan Pendapatan Rp3,66 Triliun pada Semester I 2026, Laba Komprehensif Capai Rp523,5 Miliar | IVoox Indonesia

August 2, 2026

Agung Podomoro Land Bukukan Pendapatan Rp3,66 Triliun pada Semester I 2026, Laba Komprehensif Capai Rp523,5 Miliar

antarafoto-realisasi-penyaluran-kur-bidang-perumahan-di-jateng-1775292218-1
Foto udara suasana perumahan subsidi di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Sabtu (4/4/2026). Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mencatat realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di bidang perumahan atau kredit program perumahan di Jawa Tengah periode 1 Januari hingga 1 April 2026 mencapai sekitar Rp2,3 triliun, dimana penyaluran terbesar di Kabupaten Brebes sebesar Rp131,5 miliar disusul Banyumas Rp117,4 miliar, dan Sragen Rp115,6 miliar. ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra

IVOOX.id – PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan kinerja positif sepanjang Semester I 2026 dengan mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp3,66 triliun, melonjak 117 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,69 triliun. Perseroan juga berhasil membalikkan posisi rugi pada semester pertama 2025 menjadi laba komprehensif periode berjalan sebesar Rp523,5 miliar.

Peningkatan kinerja tersebut ditopang oleh pengakuan penjualan dari sejumlah proyek unggulan, optimalisasi portofolio aset, serta efisiensi operasional. Hingga Juni 2026, APLN mencatat marketing sales sebesar Rp603 miliar atau sekitar 43 persen dari target tahunan sebesar Rp1,4 triliun. Capaian itu didorong oleh tingginya permintaan terhadap produk rumah tapak dan proyek mixed-use yang dikembangkan perseroan.

Corporate Secretary APLN, Justini Omas, mengatakan hasil positif pada semester pertama mencerminkan strategi bisnis perusahaan berjalan sesuai rencana meski di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

"Kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan bahwa implementasi dari strategi bisnis berjalan sesuai arah yang kami tetapkan. Pertumbuhan bisnis yang berhasil dicapai memberikan keyakinan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun," kata Justini dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, lonjakan pendapatan salah satunya berasal dari pengakuan penjualan Mall Deli Park Medan senilai Rp2,2 triliun kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) melalui anak usaha perseroan, PT Sinar Menara Deli (SMD). Transaksi tersebut merupakan bagian dari strategi optimalisasi dan penyeimbangan kembali portofolio aset perusahaan.

“Monetizing aset bernilai tinggi menjadi bukti bahwa APLN mampu membangun value tinggi terhadap aset-asetnya. Sebagai perusahaan properti tentunya APLN akan terus membangun dan mengembangkan proyek-proyek baru yang memberikan nilai dan dampak ekonomi positif secara berkelanjutan,” ujar Justini.

Sepanjang semester pertama tahun ini, pengakuan penjualan APLN meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp3,11 triliun dari Rp1,06 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, pendapatan berulang (recurring income) tetap memberikan kontribusi sebesar Rp549,9 miliar sehingga menopang kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Kenaikan pendapatan tersebut turut mendorong laba bruto naik sekitar 91 persen menjadi Rp1,24 triliun, sementara beban bunga dan biaya keuangan berhasil ditekan menjadi Rp206,1 miliar.

Perseroan juga mencatat perbaikan struktur keuangan dengan menurunkan total liabilitas menjadi Rp10,37 triliun pada akhir Juni 2026, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp11,28 triliun. Dalam kurun waktu sekitar 2,5 tahun, APLN berhasil memangkas liabilitas hingga Rp4,5 triliun dari posisi Rp14,87 triliun pada akhir 2023.

"Kami terus berfokus pada pengembangan proyek yang memiliki permintaan tinggi, mempercepat penyelesaian proyek, serta mengelola aset secara optimal agar mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga profitabilitas dan kesehatan keuangan Perseroan," ujar Justini.

Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas APLN meningkat menjadi Rp1,13 triliun dengan arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,51 triliun. Meski industri properti masih menghadapi tantangan seperti kenaikan suku bunga, melemahnya daya beli, dan kehati-hatian konsumen, perseroan optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan melalui pengalaman lebih dari 56 tahun di industri properti nasional.

“Kami telah melalui berbagai fase krisis ekonomi dan keuangan yang pernah terjadi. Dengan komitmen layanan terbaik dan standar produk berkualitas serta nilai aset yang terus bertumbuh, kami percaya APLN akan tetap menjadi pilihan terbaik konsumen,” kata Justini.

0 comments

    Leave a Reply