IVOOX.id, Jakarta – Analis PT KGI Sekuritas Indonesia, Yuganur Wijanarko, meproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepekan ke depan akan mengalami technical rebound, setelah berada dalam tren pelemahan dan pada akhir pekan ini berada di posisi 5.931.

“Secara fundamental, market Indonesia sudah murah. Bila dilihat dari indikator makro ekonomi, pasar kita lebih baik daripada 2013,” kata Yuganur di Jakarta, Minggu (16/9).

Menurut dia, IHSG masih akan dibayangi sentimen negatif terkait pelemahan rupiah terhadap dolar AS yang hingga akhir pekan ini berada di level Rp14.835. “Pelemahan rupiah ke depan, terlihat tertahan di bawah Rp15.000, sehingga IHSG berpotensi kembali rebound,” ungkapnya.

Para pelaku pasar disarankan mewaspadai potensi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI 7day Reverse Repo Rate). Pasalnya, bila diperlukan untuk menjaga pelemahan rupiah, BI masih banyak memiliki ruang untuk menaikkan rate sebesar 25 basis poin lagi.

Diperkirakan hingga akhir tahun ini BI akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,5 persen. Pada 26-27 September 2018, BI akan menggelar Rapat Dewan Gubernur yang salah satu keputusannya adanya menetapkan besaran BI 7day Reverse Repo Rate.

Secara historikal, lanjutnya, pada 2013 laju IHSG mengalami koreksi yang serupa dengan tahun ini. Namun, keadaan sekarang jauh lebih baik daripada 2013, sehingga rebound akan lebih cepat.

Yuganur menilai cara teknikal laju IHSG sedikit tersendat oleh aksi profit taking.

“Kami melihat kenaikan IHSG dalam tren jangka pendek yang bermula dari low 5.670 akan terus berlanjut untuk mengetes resisten atas di kisaran 6.016-6.086-6.130-6.220.”

Ia merekomedasikan pelaku pasar mengakumulasi empat saham berikut:

1. ASII
Dengan target profit taking di kisaran Rp7.350-7.550 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp7.025 dan Rp6.925, disarankan cut-loss pada posisi Rp6.850.

2. BMRI
Dengan target profit taking di kisaran Rp6.850-7.150 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp6.500 dan Rp6.425, disarankan cut-loss pada posisi Rp6.375.

3. HMSP
Dengan target profit taking di kisaran Rp4.050-4.250 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp3.810 dan Rp3.760, disarankan cut-loss pada posisi Rp3.690.

4. PWON
Dengan target profit taking di kisaran Rp560-580 yang memiliki dua arah masuk pembelian di level Rp530 dan Rp520, disarankan cut-loss pada posisi Rp510.