13.859 Personel Gabungan Disiapkan untuk Pengamanan HUT ke-81 RI di Jakarta | IVoox Indonesia

13.859 Personel Gabungan Disiapkan untuk Pengamanan HUT ke-81 RI di Jakarta

Polda Metro Jaya bersama TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan 13.859 personel
Polda Metro Jaya bersama TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan 13.859 personel gabungan untuk mengamankan seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin (17/8/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya

IVOOX.id – Sebanyak 13.859 personel gabungan dari Polda Metro Jaya bersama TNI dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disiapkan untuk melakukan pengamanan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026.

Rangkaian kegiatan meliputi Upacara Penaikan dan Penurunan Bendera di Istana Negara, Kirab Bendera Merah Putih, Pesta Rakyat, kegiatan UMKM, karnaval, serta panggung hiburan di sejumlah kawasan pusat Jakarta.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, kekuatan gabungan tersebut terdiri atas 7.105 personel Polda Metro Jaya, 2.042 personel Polres jajaran, dan 4.712 personel bawah kendali operasi (BKO).

“Personel BKO terdiri atas 3.573 personel TNI atau 35 SSK, 500 personel Korbrimob Polri atau lima SSK, 300 personel Korsabhara Baharkam Polri atau tiga SSK, 198 personel Satpol PP, 91 personel dari 13 unit pemadam kebakaran, serta 50 personel Dinas Perhubungan,” ujar Budi dalam siaran pers Senin (17/8/3206).

Personel ditempatkan di sejumlah titik, antara lain kawasan Istana Negara, Monas, Medan Merdeka, Jalan MH Thamrin, Sarinah hingga Bundaran HI, termasuk sepanjang jalur Kirab Bendera Merah Putih dan lokasi kegiatan masyarakat.

Pengamanan dilaksanakan secara terpadu dengan menyesuaikan karakteristik dan kebutuhan di setiap lokasi. Selain menjaga seluruh rangkaian kegiatan, kelancaran mobilitas dan kenyamanan masyarakat juga menjadi perhatian selama perayaan berlangsung.

Sebanyak 2.116 personel disiapkan untuk pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Pengaturan maupun pengalihan arus dilakukan secara situasional, menyesuaikan tingkat kepadatan dan perkembangan kondisi di lapangan.

“Bagi masyarakat yang akan beraktivitas di sekitar Istana Negara, Monas, Medan Merdeka, Jalan MH Thamrin, Sarinah hingga Bundaran HI, agar memperhitungkan waktu perjalanan dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan lalu lintas,” kata Budi Hermanto.

Koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk mendukung kebutuhan kesehatan, penanganan kedaruratan, serta pelayanan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

0 comments

    Leave a Reply