Untuk Apa Investasi 16 Triliun Go Jek Dipergunakan ?

IVOOX.id, Jakarta – Go Jek resmi mengumumkan PT Astra Internasional dan PT Global Digital Niaga (GDN), masuk dalam konsorsium investasi dalam sesi pengumpulan dana terbaru Go-Jek

Diduga nilai dana yang terkumpul secara gabungan diduga mencapai kisaran 1,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 16 triliun sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya. Untuk apa dana itu digunakan ?

“Ini (investasi oleh GDN) adalah bagian dari fundraising terkini, bersama Astra dan Google,” sebut Presiden dan Co-founder Go-Jek Andre Sulistyo  ketika menanggapi pertanyaan wartawan dari panggung acara pengumuman investasi oleh GDN, Senin, (12/2/2018) kemarin.

“Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sudah ada ketertarikan investor Indonesia terhadap startup teknologi,” ungkap Andre.

Ternyata selain Astra dan Djarum, konsorsium investor dalam sesi pendanaan terbaru Go-Jek ikut melibatkan sejumlah perusahaan besar lainnya, seperti Google yang disebutkan oleh Andre. Temasek Holdings, Meituan-Dianping,  dan Warburg Pincus dikabarkan ikut serta.

Astra menyatakan pihaknya menanam modal sebesar 150 juta dollar AS atau sekitar Rp 2 triliun, sementara GDN dan Google enggan merinci angka investasi yang mereka kucurkan.

Kabarnya menyebutkan bahwa Google sang raksasa internet menanam modal 100 juta dollar AS atau lebih dari Rp 1,3 triliun di Go-Jek.

CEO Go-Jek Nadiem Makarim, menyatakan Go Jek tidak hanya menjaring investasi dalam bentuk pendanaan akan tetapi menjalin kerja sama dengan para investor barunya. Kolaborasi dimaksudkan untuk memadukan kelebihan core business dari para investor dengan Go-Jek.

Nadiem mengatakan bentuk kerja sama antar kedua pihak di masa depan bisa mencakup hal-hal yang menjadi kekuatan bisnis inti Astra, terutama berkaitan dengan industri otomotif.

“Ada banyak hal terkait kendaraan seperti leasing, distribusi, asuransi, dan lain-lain yang bisa membantu kesejahteraan dan kenyamanan para driver kami dan konsumen,” ujar Nadiem.

Dengan Google, Nadiem mengatakan  pihaknya berniat melakukan kolaborasi dengan sang raksasa internet, terutama dalam hal engineering dan kecerdasan buatan yang menjadi kekuatan utama Google.

“Hal-hal yang berhubungan dengan AI (artificial intelligence, kecerdasan buatan), machine learning, dan berbagai otomatisasi sedang kami eksplorasi dengan Google,” nadiem mengatakan.

Tentang peruntukan investasi, Nadiem mengatakan hal tersebut akan dilakukan sesuai dengan besarnya pasaran dari  masing-masing bisnis yang dioperasikan Go-Jek.

Dia menerangkan, saat ini empat bisnis terbesar Go-Jek berasal dari bidang transportasi, makanan, logistik, dan pembayaran. “Itu empat yang terbesar mengambil resource dari budget kami”, kata Nadiem.

Nadiem menegaskan bahwa modal tambahan dari investor tidak secara khusus dialokasikan kepada salah satu bisnis Go-Jek saja, melainkan untuk keseluruhan perusahaan.

LEAVE A REPLY