UNICEF : Sinergi Akan Bantu Indonesia Bebas Campak Dan Rubella

IVOOX.id, Jakarta – Indonesia masih menjadi negara dengan jumlah penderita campak terburuk kedua di dunia setelah India. Perwakilan resmi United Nations Children’s Fund (Unicef) Pusat untuk Indonesia, Gunilla Olsson, menyatakan sinergi semua pihak akan membantu Indonesia bebas dari Campak dan Rubella.

Program pemberantasan penyakit campak dan rubella tidak hanya dapat  mengandalkan Pemerintah saja, akan tetapi perlu upaya seluruh elemen masyarakat. Para stakeholer (pemangku kepentingan) punya peran strategis dalam menekan jumlah penderita penyakit campak dan rubella.

Olsson menilai, dukungan seluruh elemen masyarakat  pihak, seperti tokoh masyarakat dan tokoh agama berperan penting dalam ikut menyukseskan program imunisasi campak dan rubella itu.

“Jika yang terjadi di Sampang ini juga terjadi di daerah lain, saya yakin, impian Indonesia untuk bebas campak dan rubella akan segera terwujud,” tegas Olsson

Olsson menjelaskan, negara-negara di dunia telah mengetahui akan dampak dari penyakit campak dan rubella tersebut memang sangat berbahaya. Dunia juga telah mengetahui bahwa jenis penyakit ini bisa dicegah dengan vaksinasi, dan itu telah dilakukan,  termasuk Indonesia.

Penularan Campak dan Rubella dari seorang anak ke anak lainnya harus dapat segera dihentikan. Ini akan menjadi kunci awal pemberantasan Campak dan Rubella.

“Jangan sampai seorang anak yang terkena penyakit campak dan rubella itu, menjadi sumber penyakit bagi anak yang lainnya, dan inilah pentingnya imunisasi,” jelas Olsson.

Dalam istilah kedokteran dikenal dengan nama Morbili atau Measles. Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular yang disebabkan oleh virus dan ditularkan melalui batuk dan bersin. Penyakit campak disebabkan oleh virus RNA – virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai ganda berpilin – yang termasuk famili Paromyxavirus.

Virus ini hanya bisa menyerang manusia dan masuk ke tubuh manusia melalui saluran napas (penyebarannya lewat udara). Virus ini mudah hinggap pada orang yang ketahanan tubuhnya sedang lemah, belum pernah terkena campak, dan belum pernah mendapatkan vaksin campak.

Penyakit Rubella adalah suatu penyakit yang mirip dengan Campak yang juga ditularkan melalui saluran pernapasan saat batuk atau bersin selain itu penularannya transmisi vertikal (ditularkan dari ibu kepada janinnya, inilah yang cukup mengkhawatirkan.

Seperti juga Campak, Rubella disebabkan oleh virus. Virus RNA beruntai tunggal yang berasal dari genus Rubivirus. Virus ini juga hanya menyerang manusia yang kebanyakan berusia 3-10 tahun.

Saat menginfeksi, virus akan masuk ke sel-sel tubuh dan menetap di sana. Dan suatu waktu, saat tubuh sedang dalam keadaan lemah, akan mungkin terjadi reaktivasi dari virus tadi.

Yang lebih ditakutkan, jika virus itu menyerang anak perempuan, ketika anak itu dewasa, menikah, dan hamil, dan ia tidak sadar memiliki virus rubella, secara otomatis ia akan menulari virus itu kepada si janin dan anaknya lahir dalam kondisi congenital rubella syndrome (sindrom rubella kongenital). Ini yang menyebabkan, pencegahan dengan memberikan vaksin rubella harus dilakukan sejak dini.