ULN Rp5.388 Triliun, Indonesia Bisa Sulit Bayar Utang

IVOOX.id, Jakarta – Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali mengalami peningkatan di mana hingga Februari 2019 menjadi US$388,7 miliar atau setara Rp5.388 triliun (kurs Rp13.862 per US$).

ULN tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar US$193,8 miliar serta utang swasta termasuk BUMN sebesar US$194,9 miliar. Posisi ULN tersebut bertambah US$4,8 miliar dibandingkan posisi akhir periode sebelumnya karena neto transaksi penarikan ULN.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudisthira, mengatakan peningkatan ULN akan berpengaruh kepada kemampuan Indonesia dalam membayar utang.

“Meningkatnya utang luar negeri ini akan berpengaruh pada kemampuan membayar utang, baik pemerintah maupun swasta,” ujar Bhima di Jakarta, belum lama ini.

Sambung dia, ULN pemerintah tumbuh 7,3% (yoy) pada bulan Februari, sementara ekonomi hanya tumbuh di kisaran 5,1%. Ini bukti ketidakmampuan leverage melalui utang luar negeri untuk meningkatkan kinerja ekonomi.

“Jika kondisi ini terus dibiarkan akan memicu bubble di mana gap antara pertumbuhan utang dan pertumbuhan ekonomi semakin melebar. Ini bisa menjadi beban perekonomian,” tandasnya.