Trump Tunda Tarif Otomotif Asal Eropa, Bursa Utama Benua Biru Lanjut Menguat

IVOOX.id, Frankfurt – Bursa ekuitas utama Eropa bertahan positif penutupan Rabu (15/5) malam WIB, menyusul kabar Presiden Donald Trump menunda pengenaan tarif otomotif Eropa.

Indeks berbasis luas pan-European Stoxx 600 naik 0,46 persen (1,72 poin) ke level 378,06, dengan lonjakan saham otomotif.

Di Frankfurt, indeks acuan DAX-30 tercatat naik 107,95 poin atau 0,90 persen, menjadi ditutup pada 12.099,57 poin.

Saham pabrikan otomotif BMW paling banyak memperoleh keuntungan di antara blue chips, naik 3,12 persen. Demikian pula dengan saham pabrikan otomotif lainnya Daimler dan kelompok energi RWE masing-masing naik 2,94 persen dan 2,60 persen.

Saham kelompok energi E.ON paling banyak mengalami kerugian di antara blue chips, dengan jatuh 5,82 persen. Saham raksasa industri Thyssenkrupp dan perusahaan farmasi Merck pun turun masing-masing 4,95 persen dan 1,13 persen.

Sementara itu, saham perusahaan perangkat lunak multinasional SAP adalah saham yang paling banyak diperdagangkan dengan omzet 142,8 juta euro (158,5 juta dolar AS).

di Paris, indeks acuan CAC 40 naik 0,62 persen atau 32,91 poin menjadi 5.374,26 poin.

Dari 40 perusahaan besar terpilih, sebanyak 27 saham perusahaan memperoleh keuntungan pada hari itu.

Saham perusahaan elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia, STMicroelectronics naik 3,61 persen.

Demikian pula perusahaan produsen ban Prancis Michelin (CGDE) naik 2,88 persen dan saham grup industri Prancis, Bouygues bertambah 2,40 persen.

Sedangkan saham produsen mobil multinasional Prancis, Renault, kehilangan 0,98 persen.

Hal yang sama dialami perusahaan konsultasi teknologi informasi multinasional Prancis, Cap Gemini, yang sahamnya jatuh 1,93 persen dan saham perusahaan perbankan Prancis, Credit Agricole turun 2,60 persen.

Demikian juga di London, indeks FTSE 100 naik sebesar 0,76 persen atau 55,35 poin menjadi 7.296,95 poin.

Saham perusahaan pemasar digital otomotif, Auto Trader Group tercatat melonjak 3,83 persen, sekaligus menjadi peraih keuntungan tertinggi di antara saham-saham blue chips.

Demikian pula dengan saham Compass Group dan DCC diperdagangkan masing-masing meningkat 2,89 persen dan 2,47 persen.

Sebuah perusahaan perbaikan rumah internasional, Kingfisher, menjadi saham dengan kinerja terburuk di antara saham blue chips yang terkoreksi sebesar 3,64 persen.

Sementara perusahaan energi Skotlandia, SSE, juga mengalami penurunan 2,52 persen dan bisnis pengemasan internasional yang berbasis di Inggris, DS Smith, turun 2,22 persen.(Antara)