Tim Prabowo-Sandi Disebut tidak Pernah Kunjungi Ratna di Rutan
IVOOX.id, Jakarta -- Kuasa hukum tersangka kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, mengatakan, selama 4 bulan mendekam di Rutan Mapolda Metro Jaya tidak ada tim sukses calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengunjungi kliennya tersebut.
"Pada prinsipnya timses itu nggak ada, sama sekali tidak ada yang menjenguk," kata Insank, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (31/1).
Ditanya terkait ketidakhadiran tim pemenangan Capres 02 untuk membesuk Ratna Sarumpaet. Atiqah Hasiholan menolak mengomentarinya. Karena ia fokus dalam kasus yang menimpa ibundanya.
"Tolong saya lagi fokus dengan ibu saya, jangan coba menabrakkan hal seperti itu," ucapnya.
Sebelumnya, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Budiman Sudjatmiko, menilai kabar bohong atau hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet sengaja ditimbulkan untuk kepentingan politik. Ia meyakini ada pihak lain yang turut terlibat selain Ratna.
"Jadi apa yang terjadi kasus RS (Ratna Sarumpaet) bukan sebuah kekeliruan tapi suatu kehebohan yang diciptakan karena orang mau dikacaukan dengan kabar palsu. Saya tidak percaya RS pelaku tunggal,” ujarnya di Posko Cemara, Menteng, Jakarta.
Menurutnya, hoaks Ratna dianiaya adalah isu terencana dan patut diduga diciptakan untuk menyerang Presiden Jokowi. Presiden diasumsikan merasa terancam oleh Ratna yang selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah.
“Saya tidak percaya orang-orang di sekitar Prabowo dan Prabowo sendiri adalah korban (dari kebohongan Ratna),” kata Budiman
Kebohongan itu, menurutnya, berawal sebagai alasan ke anak-anaknya seusai operasi plastik untuk sedot lemak di pipi.
Diberitakan, Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka berita bohong atau hoax penganiayaan dan ditangkap di Bandara Soekarno Hatta, Kamis, 4 Oktober 2018 malam.
Ratna Sarumpaet dijerat dengan Pasal 28 Ayat (3) jo Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Terkait kasus itu, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi yakni, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Nanik S Deyang. (Adhi Teguh)

0 comments