Sentimen Perang Dagang AS-China Hantui Pasar Obligasi

Reza Priambada

IVOOX.id, Jakarta – Laju pasar obligasi masih menyimpan potensi pelemahan seiring masih adanya sentimen kekhawatiran akan terjadinya perang dagang antara AS-Tiongkok.

Menurut Reza Priyambada, analis senior Binaartha Sekuritas, pergerakan pasar obligasi global yang melemah juga turut berimbas negatif pada perdagangan obligasi dalam negeri.

“Tetap cermati dan waspadai jika masih adanya berbagai sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi kembali melemah,” ucapnya di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Kemarin, laju rupiah yang masih melemah dan pergerakan imbal hasil obligasi AS yang menguat membuat laju pasar obligasi cenderung kembali melanjutkan pelemahannya.

“Pelaku pasar kembali melakukan aksi jual yang berimbas pada meningkatnya imbal hasil obligasi AS,” papar dia.

Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 0,39 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 12,18 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 19,75 bps.

Laju pasar obligasi cenderung bergerak turun seiring masih adanya aksi jual. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 92,78% memiliki imbal hasil 7,41% atau naik 0,17 bps dari sebelumnya di harga 93,44% memiliki imbal hasil 7,24%.

Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 94,46% memiliki imbal hasil 8,06% atau naik 0,064 bps dari sehari sebelumnya di harga 95,06% memiliki imbal hasil 7,99%.

Pada Selasa (26/6), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,89 bps di level 110,25 dari sebelumnya di level 111,24.

Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,23 bps di level 105,89 dari sebelumnya di level 111,13.

Pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,66% dari sebelumnya di level 7,58% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,89% dari sebelumnya di level 2,88% sehingga spread di level kisaran 477,3 bps lebih tinggi dari sebelumnya 469,6 bps.

Sedangkan pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 9,35%-9,45%.

Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,05%-10,07%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,07%-11,15%, dan pada rating BBB di kisaran 13,96%-14,01%. (jaw)