Sandi Berpantun di Depan Mahasiswa UHAMKA

IVOOX.id, Jakarta - Bakal Calon Wakil Presiden RI pasangan Prabowo Subianto, Sandiaga S Uno memberikan kuliah umum perdana kepada mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta Timur, Sabtu (1/9).

Sandiaga Salahuddin Uno/ Susylo Asmalyah-Antara

IVOOX.id, Jakarta – Bakal Calon Wakil Presiden RI pasangan Prabowo Subianto, Sandiaga S Uno memberikan kuliah umum perdana kepada mahasiswa baru di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta Timur, Sabtu (1/9).


Kedatangan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut disambut teriakan histeris oleh para mahasiswa dan dosen terutama yang perempuan. Dan berebutan ingin melakukan swafoto.

Saat meminta izin untuk membuka jas hitam sebelum menyampaikan materi. “Karena panas boleh buka jas yah,” kata Sandiaga disambut teriakan histeris kembali oleh para mahasiswa.

Sebagai awal materi dia pun membacakan pantun “Diribut runduklah padi dicupak datuk tumenggung. Hidup kalau tidak berbudi duduk tegak jadi canggung. Tegak rumah karena sendi runtuh sendi rumah binasa. Sendi bangsa ialah budi runtuh budi runtuhlah bangsa”.

Materi yang disampaikannya tentang entrepreneurship, terutama mengenai pengalaman dirinya saat mulai berbisnis dengan tiga karyawan dan saat ini sudah mencapai 30 ribu orang di Indonesia. “Kalian bener – bener keren, OK OCE  kece di sini sebagai kaum milenial semua kece. Ini antusias saya terkesan saat pertama jadi maba. Merantau kuliah di negeri orang, saya lihat harapan terpancar di mata kalian,” kata Sandiaga, seperti dikutip Antara.

Dia menjelaskan memulai kecil dengan etos kerja 4 As yang dibagikannya untuk mencapai sukses.  Adapun 4 As tersebut yakni kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas.

“Terinspirasi juga oleh yang ada di sekitar dan melahirkan gerakan OK OCE. Di setiap pelosok akan ada pusat kewirausahaan, saya bermimpi di seluruh Indonesia ada. Sehingga masalah ekonomi bisa terselesaikan,” kata Sandiaga.

Gerakan One Kecamatan One Center Entrepreneurship (OK OCE), dimana satu kecamatan ada satu pusat kewirausahaan yang sudah diterapkan di Jakarta dengan jumlah peserta mencapai 50 ribu.