Rizal Ramli Nilai Jokowi Orang Yang Baik Namun Kurang Berani

IVOOX.ID, Jakarta – Cuitan mantan Menkomaritim Rizal Ramli menghebokan netizen. Rizal memuji Joko Widodo sebagai orang yang baik, namun kurang berani. Ini dinilai sebab utama kericuhan ekonomi.

Rizal Ramli awalnya melihat Jokowi adalah orang pemberani. Pada 2015 lalu Jokowi berani memerintahkan penggunaan peluru tajam pada peringatan Hari Ulang Tahun TNI tahun 2015.

“Pengalaman & pengamatan saya, Pres @jokowi orang berani. Misalnya minta pengunaan peluru tajam Hari ABRI 2015,” cuit Rizal Ramli (7/9).

Akan tetapi Rizal menyayangkan keberanian Jokowi berbeda seratus delapan puluh derajat dalam menghadapi konflik kepentingan, terutama berhadapan dengan para politisi pendukungnya serta anggota kabinet.

“Tapi tidak berani jika menyentuh kepentingan vested-interest disekitarnya, spt Mentri Enggar, Mentri BUMN, Ratu Utang dll. Main quota impor + grogoti elektibilitas Jkw,” ujar mantan menko era Gusdur.

Adanya impor yang besar diberbagai sektor menyebabkan nilai rupiah terus merosot karena nilai impor jauh lebih besar dibandingkan nilai ekspor Indonesia.

“Sejak 2 tahun terakhir, resiko makro ekonomi Indonesia semakin meningkat, semakin tidak sehat: defisit neraca perdangangan, current accounts, Balance of payments, primary balance. Itulah mengapa terjadi capital outflow, Rupiah terus merosot. Jangan hanya salahkan faktor external!,” tulis Rizal Ramli di twitternya.

Rizal benar benar keras mengkritisi kondisi perekonomian dewasa ini. Rizal berani menmention pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kekisruhan ini.

@RamliRizal: Anjloknya Rupiah ke Level 15 Ribu Baru Fase Awal. Krn sebagian mentri2 @jokowi bagian dari masalah utang, impor, ineffisiensi dll. Hanya dengan tindakan tegas Mas JKW, stabilitas lebih cepat tercapai

@RamliRizal: Pengalaman & pengamatan saya, Pres @jokowi orang berani. Misalnya minta pengunaan peluru tajam Hari ABRI 2015. Tapi tidak berani jika menyentuh kepentingan vested-interest disekitarnya, spt Mentri Enggar, Mentri BUMN, Ratu Utang dll. Main quota impor + grogoti elektibilitas Jkw.

@RamliRizal: Sejak 2 tahun terakhir, resiko makro ekonomi Indonesia semakin meningkat, semakin tidak sehat: defisit neraca perdangangan, current accounts, Balance of payments, primary balance. Itulah mengapa terjadi capital outflow, Rupiah terus merosot. Jangan hanya salahkan faktor external!

@RamliRizal: Dulu Menko Rizal Ramli, dengan kepretennya, sbg upaya konkrit revolusi mental, mengurangi potensi ‘konflik kepentingan’ para pejabat termasuk JK. Puluhan trilliun uang negara bisa diselamatkan. Hari ini Pres @jokowi membiarkan berbagai konflik kepentingan bermain disekitarnya.

@RamliRizal: Mas @jokowi orang baik, keluarganya tidak neko2, ndak cawe2 bisnis negara. Tetapi Mas @jokowi tidak mempunyai keberanian untuk membersihkan lingkungannya dari potensi “konflik kepentingan”. Tanpa keberanian itu, kami khawatir, 2019-2024, hanya akan menjadi suatu “pesta besar”

LEAVE A REPLY