Emiten

Realisasi Minim, BNI Fokus Garap KUR Mikro di Bali

iVooxid, Denpasar – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kini fokus menggarap kredit usaha rakyat (KUR) untuk usaha mikro di Provinsi Bali karena realisasi yang masih kecil pada semester pertama 2016.

“Untuk selanjutnya kami akan lebih “main” di sektor mikro,” kata Pemimpin Bisnis Banking BNI Kantor Wilayah Bali dan Nusa Tenggara di Denpasar, Pardi, Rabu (3/8/2016).

Menurut dia, hingga Juni 2016 tercatat realisasi KUR mikro mencapai Rp550 juta sedangkan realisasi KUR masih didominasi untuk sektor retail yang mencapai Rp222,5 miliar.

Dia menjelaskan bahwa untuk Provinsi Bali ditargetkan realisasi KUR hingga akhir tahun 2016 mencapai Rp300 miliar, sedangkan yang sudah terealisasi hingga Juni 2016 mencapai Rp223 miliar.

Terkait kredit usaha rakyat sektor retail, Pardi menjelaskan bahwa sebagian besar tersalurkan untuk usaha di bidang pendukung perhotelan.

Sisanya perdagangan dan konstruksi. Sedangkan sektor lain seperti pertanian masih tergolong minim karena sektor itu mengandalkan musim panen.

Nantinya pihak bank akan meningkatkan penyaluran KUR ke sektor mikro salah satu dengan menggandeng bank perkreditan rakyat (BPR) yang memiliki segmen mikro dan kecil.

Meski demikian tidak semua BPR bisa diajak bekerja sama karena memerlukan pertimbangan matang dan teliti salah satunya memperhatikan tingkat kredit bermasalah di BPR yang tidak melebihi lima persen.

“Saat ini kami menjalin kerja sama dengan tiga BPR. Kami ambil BPR yang berkualitas artinya kredit bagus, NPL (kredit bermasalah) di bawah lima persen,” katanya.

Kerja sama dengan BPR itu membuat bank pelat merah itu optimistis, mampu mencapai target KUR Rp300 miliar paling tidak hingga September 2016. (ant)