October 23, 2019

PUPR Bertekad Bangun 300 Jembatan Gantung Pada 2018-2019

IVOOX.id, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertekad membangun sekitar 300 jembatan gantung di berbagai daerah seluruh Indonesia pada 2018-2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (27/11), seperti dilansir kutip Antara, menjelaskan kehadiran jembatan gantung disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata.

"Jembatan gantung sangat dibutuhkan dan kehadirannya disambut baik oleh masyarakat karena manfaatnya nyata," kata Menteri Basuki.

Untuk itu, Kementerian PUPR menargetkan membangun 300 jembatan gantung yakni tahun 2018 sebanyak 134 buah dan tahun 2019 sebanyak 166 buah.

Salah satunya adalah Jembatan Gantung Sudisari I yang berlokasi di Kabupaten Magelang. Kehadiran jembatan ini sangat dirasakan manfaatnya.

Para pelajar kini tidak perlu memutar jalan sejauh 5 Km untuk berangkat ke sekolah, kini hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Sebelumnya, Jembatan Sudisari I merupakan jembatan lama yang terputus karena lahar dingin dari Kali Pabelan dan Kali Putih pada saat Erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam.

Jembatan yang memiliki panjang 60 meter dengan lebar 1,7 meter ini menghubungkan Dusun Sudimoro, Desa Adikarto dengan Dusun Mariban, Desa Progowati di Kabupaten Magelang.

Selain pelajar, jembatan juga dirasakan betul manfaatnya oleh warga yang biasa menjual barang dagangan ke pasar atau hendak pergi ke ladang.

Jembatan gantung lainnya di Kabupaten Magelang adalah Jembatan Mangunsuko yang kini menjadi lokasi favorit untuk swafoto sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2017.

Ditambah dengan adanya air terjun di sisi jembatan yang mengalir dari bangunan Sabo yang berfungsi sebagai pengendali lahar dingin pada saat terjadi letusan gunung berapi.

Jembatan yang memiliki panjang 120 meter dan menghubungkan Dusun Grogol Desa Mangunsuko dengan Dusun Tutup Desa Sumber.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Bina Marga tidak hanya membangun jembatan yang putus namun juga memperbaiki jembatan yang sudah tidak layak dan aman seperti Jembatan Tempak di Kabupaten Magelang.

"Jembatan Tempak kami bangun kembali lebih lebar, yakni dari semula satu meter menjadi 2,66 meter dengan umur jembatan 50 tahun. Setiap tahunnya juga kami lakukan pengecekan," kata Kepala BBPJN VII Jawa Tengah Ditjen Bina Marga Akhmad Cahyadi.

Akhmad menambahkan pembangunan jembatan juga melibatkan masyarakat lokal. Selain untuk pemberdayaan masyarakat, diharapkan masyarakat dapat mempunyai rasa memiliki dan menjaga kondisi jembatan yang ditargetkan rampung Desember 2018.

0 comments

    Leave a Reply