Pilpres Tak Akan Bikin Gejolak di Pasar Modal: Dirut BEI

IVOOX.id, Jakarta – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Inarno Djayadi, menyatakan bahwa berdasar pengalaman sebelumnya, pemilihan presiden (pilpres) tahun depan tidak akan menyebabkan gejolak di pasar modal.

Sejak pemilu dan pilpres 2009, kata dia, aktivitas perdagangan pasar modal tidak mengalami penurunan. Justru, penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) karena ada sentimen global. “Pemilu 2004, 2009, dan 2014 tidak ada penurunan (indeks). Insya Allah, tiga pemilu yang sudah dilewati tidak ada masalah,” ungkap Inarno, Jumat (10/8).

Ia memaparkan, pada 2004 kinerja IHSG dari level 704 menuju 1.000, atau naik sekitar 41%. Lalu pada 2009, IHSG pun bergerak dari level 1.363 menuju 2.474, atau naik sekitar 81%. Pada pemilihan umum 2014, kinerja IHSG pun bergerak dari level 4.257 menuju 5.166 atau naik sekitar 21% sepanjang tahun.

Inarno meyakini, bahwa masyarakat dan pelaku pasar modal sudah sangat bijak dan mengambil keputusan berinvestasi, seraya berharap pilpres 2019 berjalan lancar tanpa ada masalah dan tak mengganggu stabilitas ekonomi.