Pertamina Naikkan Harga Jual BBM Non-Subsidi

iVooxid, Jakarta – Pertamina menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sejak Kamis (5/1/2017) pukul 00:00. Sementara itu, harga jual Premium dan Bio Solar Bersubsidi masih tetap Rp6.550 dan Rp5.150 per liter. Kenaikan harga diterapkan untuk BBM jenis Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Dex, Dexlite dan Solar NPSO, atau yang biasa dikenal sebagai solar untuk industri.

Kenaikan rata-rata harga BBM non-subsidi untuk konsumsi kendaraan bermesin bensin adalah Rp300 per liter. Harga Pertalite yang sebelumnya sebesar Rp7.050 per liter dinaikkan Rp300 menjadi Rp7.350 per liter. Harga jual Pertamax dan Pertamax Turbo masing-masing dinaikkan Rp300 menjadi Rp8.050 dan Rp9.050 per liter.

Adapun harga jual BBM jenis solar untuk konsumsi kendaraan bermesin diesel juga rata-rata naik Rp300 per liter. Harga Pertamina Dex dinaikkan Rp300 menjadi Rp8.400 per liter dari Rp8.100 per liter. Harga Dexlite juga dinaikkan Rp300 menjadi Rp7.200 per liter dari Rp6.900 per liter. Sedangkan harga Solar NPSO yang biasanya dikonsumsi oleh sektor industri naik Rp300 menjadi Rp6.900 per liter dari Rp6.600 per liter.

Pertalite adalah BBM beroktan 90 produksi Pertamina yang dikonsumsi untuk menjaga ketahanan mesin sehingga dapat meminimalisir kerusakan mesin. Karena beroktan 90, maka kandungan material dalam BBM ini sudah sesuai dengan perbandingan kompresi sebagian besar mesin kendaraan bermotor di Indonesia.

Disamping itu, angka oktan 90 Pertalite sudah sesuai dengan komposisi berbagai zat tambahan (aditif) yang dikandungnya sehingga akan memberikan kinerja mesin yang jauh lebih baik dibandingkan mesin yang menggunakan BBM beroktan 88. Pertalite menjadikan tarikan mesin lebih ringan dan menghasilkan emisi gas buang yang lebih bersih.

Premium adalah BBM beroktan 88 berwarna jernih kekuningan yang diproduksi Pertamina melalui proses penyulingan minyak mentah secara langsung. Warna kuning BBM ini disebabkan adanya zat pewarna tambahan (dye). Premium pada umumnya digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermesin bensin, yakni mobil, sepeda motor, motor tempel dan sebagainya. Premium sering juga disebut gasoline atau petrol.

Pertamax adalah BBM produksi Pertamina yang beroktan 92 tanpa timbal (unleaded) dan tidak disertai kandungan zat aditif yang lengkap. Akan tetapi, BBM ini dapat membersihkan karbon yang menempel di saluran katup injektor bahan bakar (Intake Valve Port Fuel Injector) dan ruang bakar mesin.

Untuk memproduksi Pertamax ini, Pertamina menggunakan bahan baku berkualtas tinggi agar mesin kendaraan anda dapat bekerja lebih baik, lebih bertenaga, mesin juga bebas bunyi ngelitik (knock free), rendah emisi, dan memungkinkan anda menghemat bahan bakar. Karena itu, BBM ini dianjurkan untuk dikonsumsi oleh mesin kendaraan yang diproduksi diatas tahun 1990-an, terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection dan catalytic converters.

Pertamax Turbo adalah BBM produksi Pertamina yang berkualitas tinggi karena mengandung berbagai material berenergi tinggi dan ramah lingkungan. Pasalnya, BBM ini diproduksi dengan mengkonsumsi bahan baku berkualitas tinggi serta merupakan hasil penyempurnaan formula Pertamax. BBM ini disarankan untuk dikonsumsi oleh mesih kendaraan berteknologi mutakhir yang mempersyaratkan penggunaan BBM beroktan tinggi dan ramah lingkungan. Karena itu, Pertamax Plus sangat direkomendasikan untuk dikonsumsi oleh mesin kendaraan yang memiliki rasio kompresi lebih besar dari 10,5 serta yang juga menggunakan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI), Variable Valve Timing Intelligent (VVTI), VTI, turbochargers dan catalytic converters.

Pertamina Dex adalah BBM untuk kendaraan bermesin diesel modern yang memenuhi standar emisi gas buang EURO 2. BBM yang mengandung belerang kurang dari 300 ppm tersebut memiliki angka setana (cetane number) di atas 53. Karena itu, BBM ini direkomendasikan untuk kendaraan bermesin diesel dengan teknologi terbaru, yaitu Diesel Common Rail System. Hal itu bertujuan agar mesin diesel tersebut dapat menghasilkan tenaga yang lebih besar dengan pemakaian bahan bakar yang lebih irit dan ekonomis.

Adapun Bio Solar adalah BBM campuran produksi Pertamina yang dikonsumsi untuk mesin diesel. Komposisi campuran BBM adalah 95% solar murni bersubsidi yang dicampur dengan 5% minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) yang sudah lebih dahulu diolah menjadi Fatty Acid Methyl Ester (FAME). Kedepan, BBM jenis ini secara bertahap akan mengurangi peran solar untuk dikonsumsi sebagai BBM.[abr]

LEAVE A REPLY