Perluas Jaringan e-Money, Mandiri Masuk ke Shopee

IVOOX.id, Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) memperluas jaringan produk uang elektronik dengan membidik pasar yang dijangkau perusahaan perbelanjaan daring (e-commerce) terkemuka, Shopee.

Wakil Presiden Senior bidang Konsumer dan Transaksi Bank Mandiri, Jasmin, di Jakarta, Senin (14/1), mengatakan perseroan membuat gerai resmi Mandiri di situs Shopee (Shopee Official Mandiri e-store) yang menjual uang elektronik Bank Mandiri.

“Kami percaya kerjasama ini dapat semakin mempermudah masyarakat yang ingin memiliki uang elektronik Mandiri (e-money) atau bahkan mengoleksi berbagai edisi e-money yang telah diterbitkan,” kata Jasmin.

Peresmian kerjasama tersebut dilakukan oleh Jasmin dan Direktur Shopee Indonesia Handhika Jahja, demikian dirilis Antara.

Mandiri, kata Jasmin, ingin memanfaatkan pesatnya pertumbuhan transaksi melalui e-commerce. Di akhir 2018, transaksi di e-commerce yang melalui Bank Mandiri mencapai Rp24 triliun atau naik 400 persen dibandingkan tahun 2017.

Jasmin menjamin keaslian dan keamanan uang elektronik meskipun dijual secara daring (online). Uang elektronik ini akan dapat langsung dipergunakan untuk berbagai transaksi harian, seperti pembayaran tarif tol, TransJakarta,tarif parkir sampai belanja di pasar swalayan.

Tujuan lain Mandiri merambah e-commerce agar penggunaan uang elektronik semakin meningkat sehingga memperluas gerakan nasional non-tunai yang sedang digalakkan oleh Pemerintah dan Bank Indonesia.

Hingga akhir Desember 2018, Mandiri telah menerbitkan sebanyak 16,4 juta kartu uang elektronik dengan tingkat penerimaan di 45 ribu merchant (sektor usaha) dan 60 ribu lokasi pengisian saldo (top up). Saat ini kartu Mandiri e-money telah terbit dalam berbagai edisi unik dengan desain yang bervariasi seperti Asian Games 2018, Marvel Avengers, Star Wars, Disney Tsum Tsum dan lain-lain.

Dari jumlah tersebut, frekuensi transaksi uang elektronik Mandiri pada Januari-Desember 2018 mencapai 1,1 milyar dengan nominal transaksi Rp13,4 triliun. Frekuensi transaksi terbesar terjadi di sektor transportasi yang mencapai 94 persen, terutama jalan tol seperti ruas tol Trans Jawa, tol Bali Mandara, ruas tol Medan-Kualanamu serta ruas tol Ujungpandang Seksi 1 dan 2.